Cortara - Indonesia Online News Logo Small

Star Energy Geothermal Perkuat Kapasitas PLTP di Jawa Barat Lewat Modernisasi Sistem

JAKARTA – Anak usaha Barito Renewables Tbk (BREN), Star Energy Geothermal (SEG), melakukan modernisasi pembangkit listrik tenaga panas bumi Wayang Windu di Jawa Barat dengan menggandeng perusahaan teknologi ABB. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi operasional pembangkit yang selama ini menjadi salah satu penopang pasokan listrik nasional.

Pembangkit Wayang Windu memiliki kapasitas terpasang sebesar 230,5 megawatt dan terdiri dari tiga unit pembangkit, termasuk Unit 3 yang masih dalam tahap pengembangan. Dalam proyek ini, ABB memodernisasi sistem kontrol terdistribusi atau Distributed Control System pada Unit 1 dan Unit 2 menggunakan teknologi ABB Ability Symphony Plus DCS.

Penerapan sistem tersebut memungkinkan pengelolaan karakteristik variabel pembangkit panas bumi dilakukan dengan lebih optimal, sekaligus menjaga stabilitas pasokan listrik selama proses operasional. Selain itu, ABB juga meningkatkan sistem Human Machine Interface pada kedua unit melalui migrasi dari platform lama Power Generation Portal ke platform Symphony Plus yang lebih mutakhir.

Group CEO Star Energy Geothermal, Hendra Soetjipto Tan, menyebut modernisasi ini sejalan dengan agenda optimalisasi pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia. “Dengan bermitra bersama perusahaan teknologi global yang terdepan seperti ABB, kami memanfaatkan keahlian dan solusi inovatif untuk mempercepat langkah menuju masa depan rendah karbon bagi Indonesia,” kata Hendra dalam keterangan resmi, Senin (22/12/2025).

Pandangan serupa disampaikan President Energy Industries Division Asia ABB, Anders Maltesen. Ia menilai teknologi otomasi memegang peran penting dalam pengembangan energi terbarukan. “Melalui keahlian kami dalam otomasi, kami berkomitmen membantu industri mengoptimalkan operasi, meningkatkan keandalan, serta mempercepat peralihan menuju masa depan rendah karbon,” ujarnya.

Pengembangan panas bumi sendiri telah menjadi bagian dari Rencana Umum Energi Nasional 2020–2024, dengan target kapasitas terpasang sekitar 7.200 megawatt pada 2025. Laporan Asia Pacific Energy Transition Readiness Index 2025 dari ABB Energy Industries juga menunjukkan tren positif, di mana 87 persen perusahaan di Indonesia memperkirakan penggunaan energi terbarukan akan meningkat lebih dari 20 persen dalam lima tahun ke depan, terutama dari tenaga surya, air, dan panas bumi.

Selama puluhan tahun, Pembangkit Wayang Windu berperan sebagai tulang punggung pasokan listrik nasional. Energi yang dihasilkan fasilitas ini disalurkan ke jaringan Jamali untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga dan industri di wilayah Jawa, Madura, dan Bali.

(Sumber – Kompas)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *