JAKARTA – PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) memperluas strategi pengembangan nasabah dengan meluncurkan produk tabungan yang secara khusus menyasar warga negara Korea Selatan yang akan tinggal dan beraktivitas di Indonesia. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat penetrasi pada segmen komunitas dengan kebutuhan transaksi lintas negara yang terus meningkat.
Produk bernama Tabungan WiGo tersebut mengusung skema pre-account opening, memungkinkan calon nasabah membuka rekening sejak masih berada di Korea Selatan melalui jaringan Woori Bank Korea. Dengan mekanisme ini, kebutuhan perbankan dapat dipersiapkan lebih awal sebelum nasabah tiba di Indonesia, baik untuk keperluan kerja, investasi, maupun pendidikan.
Setibanya di Indonesia, nasabah diwajibkan melakukan aktivasi rekening secara langsung di kantor cabang Bank Woori Saudara. Setelah proses aktivasi rampung, nasabah dapat mengakses layanan perbankan secara menyeluruh, mulai dari penggunaan kartu ATM atau debit, mobile dan internet banking, hingga fasilitas transfer serta pembayaran.
Dari perspektif industri, kehadiran produk ini dinilai sejalan dengan meningkatnya mobilitas tenaga kerja asing dan arus investasi lintas negara, khususnya dari Korea Selatan ke Indonesia. Bank dengan afiliasi internasional dinilai memiliki keunggulan dalam menjembatani kebutuhan transaksi antarnegara yang menuntut kemudahan, kecepatan, dan kepastian layanan.
Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis menilai pengembangan produk berbasis komunitas merupakan langkah yang relevan di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif. Menurutnya, keberhasilan inovasi sangat bergantung pada kemampuan bank membaca kebutuhan segmen pasar yang spesifik.
“Pendalaman segmen pasar menjadi kunci ketika bank menghadirkan produk baru. Untuk bank dengan afiliasi asing, layanan yang menjembatani transaksi lintas negara memang menjadi kebutuhan yang nyata,” ujar Azis dalam keterangannya, Senin (29/12/2025).
Ia menambahkan, produk tabungan dengan fitur transaksi lintas negara berpotensi mendorong pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA), sekaligus memperkuat bisnis transaction banking. Selain itu, pengelolaan yang optimal juga berpeluang meningkatkan pendapatan berbasis komisi atau fee based income.
(Sumber – CNBC Indonesia)

