JAKARTA – Astra Group melalui PT Astra International Tbk terus memperkuat kontribusi sosial berbasis komunitas dengan fokus pada pemberdayaan dan kemandirian desa. Sepanjang 2025, perusahaan menitikberatkan pengembangan kapasitas masyarakat serta optimalisasi potensi lokal guna mendorong pertumbuhan desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Program pemberdayaan desa yang dijalankan Astra berlandaskan empat pilar utama, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Keempat pilar tersebut menjadi fondasi dalam merancang berbagai inisiatif yang disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat desa di berbagai wilayah.
Pendekatan tersebut diimplementasikan melalui integrasi sejumlah program unggulan, antara lain Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards, Kampung Berseri Astra, serta Desa Sejahtera Astra yang berfokus pada pendampingan jangka panjang dan pengembangan desa secara menyeluruh.
Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menyampaikan bahwa pemberdayaan desa membutuhkan proses berkelanjutan dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Program Desa Sejahtera Astra yang dimulai sejak 2018 melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, komunitas, hingga kelompok usaha desa. Pengembangan desa difokuskan pada tiga klaster utama, yakni pertanian dan produk olahannya, kelautan dan perikanan, serta wisata, kriya, dan budaya.
Hingga akhir 2025, Astra mencatat program Desa Sejahtera Astra telah menjangkau lebih dari 210.426 penerima manfaat di 1.515 kampung dan desa di sejumlah provinsi. Program ini juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat desa, termasuk kontribusi ekspor dengan nilai mencapai Rp 411 miliar.
Melalui penguatan di sektor kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, Astra berupaya membangun ekosistem desa yang berdaya saing dan berkelanjutan. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari komitmen Astra untuk tumbuh bersama masyarakat serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
(Sumber – Republika)

