JAKARTA – PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT PAL Indonesia resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kesepakatan ini menjadi penguatan lanjutan sinergi dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor maritim yang telah dirintis sejak pertengahan tahun.
Ruang lingkup kolaborasi mencakup pengembangan peluang pembangunan dan modifikasi kapal, pemeliharaan serta perbaikan armada, penguatan kapabilitas teknis, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama PIS Surya Tri Harto dan CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, serta disaksikan langsung Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.
“Ini adalah langkah pertama yang sangat bagus dan kami sangat berterima kasih atas hubungan dan dukungan yang cukup besar dari PT PAL. Kami sadar harus terus bertransformasi karena saat ini kami sedang dalam proses transformasi untuk membawa industri energi lebih maju lagi,” kata Simon.
Surya Tri Harto menilai kerja sama tersebut sebagai bagian dari strategi PIS dalam menghadapi dinamika industri energi, baik di tingkat nasional maupun global.
“Tantangan energi di domestik dan global mengharuskan PIS terus memperkuat armada dan layanannya. Sinergi dengan PT PAL merupakan salah satu langkah strategis perusahaan untuk melayani kebutuhan energi nasional. Namun tak hanya itu, penandatangan MoU ini juga menandai komitmen kami dalam memajukan industri maritim dalam negeri,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (1/1/2026).
Kolaborasi ini melanjutkan kemitraan yang telah terjalin sebelumnya, khususnya dalam perawatan, perbaikan, serta pembangunan kapal PIS yang dikerjakan oleh PT PAL. Sepanjang operasinya, PIS tercatat telah mendistribusikan sekitar 161 miliar liter minyak, BBM, dan LPG ke pasar domestik maupun internasional, seiring transformasi bisnis dan peremajaan armada yang terus dilakukan.
Saat ini, PIS mengoperasikan sekitar 750 kapal, baik milik sendiri maupun sewaan, dengan 111 unit merupakan kapal kepemilikan langsung. Armada tersebut melayani pengiriman energi dan kebutuhan pelayaran di dalam dan luar negeri, menjadikan PIS sebagai salah satu operator maritim terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Di sisi lain, CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyebut kerja sama ini sejalan dengan arahan pemerintah dalam mendorong kemandirian industri maritim nasional di tengah dinamika geopolitik global.
“Ini adalah satu tangga pertama bagi kita untuk menghidupkan industri secara keseluruhan di Indonesia. Ketika dapat mengonsolidasikan dengan baik maka akan menghidupkan potensi market dan memberikan multiplier effect untuk ekosistem industri maritim,” katanya.
Sinergi PIS dan PT PAL diharapkan membuka peluang baru dalam penguatan ekosistem pelayaran nasional, sekaligus mendukung peran Indonesia sebagai negara maritim yang kompetitif dan berdaya saing di tingkat global.
(Sumber – Republika)

