Cortara - Indonesia Online News Logo Small

SUN Energy Targetkan Integrasi Penyimpanan Energi Bersih di Kawasan Industri

JAKARTA – SUN Energy menegaskan komitmennya untuk memperluas pengembangan teknologi penyimpanan energi bersih pada 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan keandalan pengelolaan energi hijau di sektor industri nasional.

CEO SUN Energy Emmanuel Jefferson Kuesar menyatakan, inovasi teknologi menjadi faktor krusial dalam mempercepat proses dekarbonisasi industri. Ia menegaskan bahwa fokus perusahaan tidak lagi terbatas pada pengembangan energi surya semata.

“Memasuki 2026, fokus kami tidak hanya pada proyek energi surya, tetapi juga pada pengembangan teknologi penyimpanan energi, seperti Battery Energy Storage System (BESS), khususnya untuk sektor industri dengan kebutuhan energi tinggi dan operasional kompleks,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa.

Menurut Emmanuel, teknologi BESS dapat diterapkan pada berbagai sektor strategis, mulai dari pertambangan, manufaktur berat, smelter, hingga kawasan industri terpadu berskala besar. Sistem ini dinilai mampu mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan sekaligus meningkatkan keandalan pasokan listrik di area operasional.

“Integrasi antara pembangkitan, penyimpanan, dan sistem manajemen energi menjadi pondasi penting untuk memastikan keandalan pasokan sekaligus efisiensi emisi,” tuturnya.

Selain penguatan teknologi penyimpanan energi, SUN Energy juga berencana meningkatkan keterlibatan di segmen Independent Power Producer (IPP). Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan proyek energi surya berskala besar dan memperkuat kontribusi terhadap bauran energi nasional.

Perusahaan turut memperluas kolaborasi dengan kawasan industri guna membangun sistem energi bersih terintegrasi, termasuk integrasi dengan elektrifikasi armada operasional serta infrastruktur kendaraan listrik.

Saat ini, SUN Energy telah memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk lebih dari 20 tenant di tiga kawasan industri strategis, yakni Karawang International Industrial City (KIIC), Greenland International Industrial Center (GIIC), dan Kawasan Industri Jababeka, dengan total kapasitas terpasang melebihi 20 Megawatt (MW).

(Sumber – ANTARA)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *