SURABAYA — PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) mempercepat langkah untuk mendukung target swasembada gula nasional sejalan dengan agenda ketahanan pangan pemerintah. Komitmen tersebut ditegaskan Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi di Surabaya, Sabtu.
“Komitmen ini menjadi bagian dari kontribusi nyata SGN dalam mendukung visi besar pemerintah mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada gula yang berkelanjutan,” ujar Mahmudi.
Upaya percepatan dilakukan melalui peningkatan produktivitas tebu, efisiensi industri gula, serta penguatan kolaborasi dengan petani dan pemangku kepentingan. Langkah ini ditujukan untuk melanjutkan capaian swasembada pangan nasional pada 2025, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa kemandirian pangan merupakan fondasi kedaulatan negara.
Pemerintah, melalui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menargetkan 50 persen produksi tebu nasional tahun ini berasal dari Jawa Timur. Selain itu, Indonesia dipastikan tidak mengimpor gula putih pada 2026 sebagai langkah menuju kemandirian gula.
Pada 2025, SGN menargetkan produksi 1,012 juta ton Gula Kristal Putih (GKP) dengan penggilingan 13,5–13,6 juta ton tebu melalui optimasi lahan dan pendampingan petani. Pemerintah juga mengalokasikan sekitar Rp1,6 triliun untuk program bongkar ratoon seluas 100 ribu hektare guna meningkatkan produktivitas, dengan rencana perluasan area bongkar ratoon pada tahun berjalan.
(Sumber – ANTARA)

