BANDUNG – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memberikan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama dua semester kepada mahasiswa yang berhasil meraih medali pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Kebijakan ini menjadi bentuk apresiasi atas prestasi mahasiswa UPI di tingkat internasional.
Pada ajang olahraga multi-event terbesar di Asia Tenggara tersebut, mahasiswa UPI membukukan total 14 medali dari sejumlah cabang, antara lain rowing, squash, baseball, hockey, dan football. Dari capaian tersebut, dua medali emas menjadi penanda kuat potensi atlet UPI di kompetisi global.
“Pembebasan UKT ini bentuk apresiasi universitas atas capaian prestasi tertinggi para mahasiswa di SEA Games,” ujar Wakil Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, Yudhi Sukmayadi, dalam keterangan resmi Rabu (14/1/2026).
Ia menegaskan, UPI berkomitmen memperkuat pembinaan olahraga prestasi mahasiswa. Selain insentif finansial berupa pembebasan UKT, universitas akan meningkatkan dukungan terhadap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga melalui penyediaan fasilitas dan perlengkapan yang lebih memadai, serta program latihan yang terstruktur dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing mahasiswa pada ajang nasional maupun internasional.
Dekan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Komarudin menambahkan, optimalisasi sarana dan prasarana menjadi prioritas dalam peningkatan kualitas atlet, mulai dari lapangan latihan hingga peralatan pendukung cabang olahraga. UPI juga membuka jalur regenerasi atlet melalui kerja sama dengan lembaga pembinaan seperti Cibubur Youth Athlete Training Centre (CYATC).
Melalui kerja sama tersebut, para alumni pembinaan diarahkan untuk melanjutkan studi sekaligus pengembangan prestasi di FPOK UPI. UPI optimistis, apresiasi ini tidak hanya menjadi penghargaan finansial, tetapi juga motivasi berkelanjutan bagi mahasiswa untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
(Sumber – Republika)

