JAWA TENGAH – Tim SAR menemukan Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet, dalam kondisi meninggal dunia setelah 17 hari pencarian. Korban ditemukan pada Rabu (14/1) sekitar pukul 10.22 WIB di jalur punggungan Gunung Malang, kawasan Batu Watu Langgar.
“Kami sampaikan bahwa survivor atas nama Ali Syafiq telah diketemukan dalam kondisi MD (meninggal dunia),” ujar Kepala Desa Clekatakan, Pemalang, Sutrisno, Rabu (14/1).
Syafiq sebelumnya dilaporkan hilang bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, saat mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. Himawan berhasil ditemukan selamat di Pos 5 dan dievakuasi ke basecamp Dipajaya pada Selasa (30/12/2025).
Menurut keterangan Himawan, keduanya terpisah di sekitar Pos 9. Saat itu, Syafiq disebut mencoba mencari bantuan setelah kondisi keduanya memburuk.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, menjelaskan jasad korban berada di tebing kawah dekat puncak Gunung Slamet.
“Jadi tidak di bawah kawah, tapi masih ada di tebing kawah. Kedalamannya sekitar 50 meter dari puncak,” kata Catur dalam jumpa pers, Rabu (14/1).
Catur menambahkan, informasi penemuan korban diterima pihaknya sekitar pukul 10.30 WIB dari Tim SAR yang berada di puncak. “Dalam posisi terbaring dan sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Ketua Operasi SAR Wanadri, Arie Affandi, mengungkapkan lokasi penemuan jasad masih berada di sekitar area awal korban terpisah dari rekannya. Di sekitar titik tersebut, tim juga menemukan sejumlah barang pribadi milik korban.
“Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi berpisah. Di sekitar situ juga ada ceceran barang seperti dompet, tracking pole, senter, emergency blanket, dan perlengkapan lainnya,” kata Affandi, Rabu (14/1).
Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, Affandi menyebut korban tidak ditemukan dalam kondisi tertimbun pasir atau terkubur. Ia memperkirakan korban meninggal dunia sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan. “Kondisi tubuh korban masih cukup baik,” ujarnya.
Tim SAR menduga penyebab kematian korban adalah hipotermia, diperkuat dengan kondisi pakaian korban yang tidak lengkap saat ditemukan.
“Korban mengalami hipotermia. Ia sempat melepaskan celana hingga sebatas dengkul, serta sepatu dan kaus kaki,” jelas Affandi.
Proses evakuasi diperkirakan berlangsung cukup lama mengingat medan terjal dan ekstrem. Hingga pukul 15.00 WIB, jasad korban telah berhasil dinaikkan sekitar 100 meter dari titik penemuan dan selanjutnya disiapkan untuk dibawa ke titik evakuasi.
(Sumber – CNN)

