Cortara - Indonesia Online News Logo Small

InJourney Siapkan Konsolidasi Besar, 106 Hotel Ditargetkan Terkelola pada 2026

JAKARTA — PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menargetkan pengelolaan 106 hotel pada 2026, meningkat signifikan dari 39 hotel yang saat ini berada di bawah kendali holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata tersebut.

Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan, peningkatan jumlah hotel itu akan dilakukan melalui proses konsolidasi yang kini tengah berjalan.

“Kami saat ini mengelola 39 hotel, dan tahun ini akan melakukan konsolidasi menjadi 106 hotel,” ujar Maya dalam konferensi pers 4 Tahun InJourney: Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia di Jakarta, Senin.

Maya menjelaskan, langkah konsolidasi masih berada pada tahap pembahasan aksi korporasi bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara selaku pemegang saham. Ia menyebutkan, detail alasan dan skema konsolidasi baru dapat disampaikan dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Namun demikian, Maya menegaskan arah kebijakan InJourney adalah mengembalikan setiap entitas pada bisnis intinya.

“Semua kami kembalikan sesuai dengan core business. Bandara fokus ke bisnis bandara, hotel fokus ke bisnis hotel. Tujuannya agar kami bisa menjalankan model bisnis yang fundamental dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Maya, penguatan fokus usaha tersebut menjadi bagian dari strategi membangun fondasi jangka panjang bagi BUMN di bawah naungan InJourney. Dengan struktur bisnis yang lebih solid, ia optimistis entitas BUMN pariwisata dan aviasi dapat bersaing secara global.

“Kami harus membangun fondasi yang kuat agar BUMN di bawah InJourney bisa menjadi perusahaan yang sustainable dan mampu berkompetisi dengan global benchmark,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Maya juga mengungkapkan rencana peluncuran hasil transformasi Grand Hotel De Djokja di kawasan Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hotel bersejarah yang berdiri sejak 1911 itu ditargetkan menjadi ikon wisata baru pada 2026.

“Ini merupakan upaya InJourney untuk melestarikan budaya Indonesia. Kami ingin mengembalikan De Djokja seperti tahun 1911,” ujar Maya, seraya menyinggung nilai historis hotel tersebut yang pernah menjadi markas Jenderal Sudirman.

(Sumber – ANTARA)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *