Cortara - Indonesia Online News Logo Small

Krakatau Steel Siapkan Pabrik Upstream Baja di Cilegon

JAKARTA — PT Krakatau Steel bersiap membangun pabrik upstream baja di Cilegon dengan kapasitas produksi hingga 3 juta ton per tahun. Proyek tersebut direncanakan mulai dibangun pada Februari 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan rantai industri baja nasional.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan selama ini Krakatau Steel masih bergantung pada impor slab karena operasional perseroan baru mencakup segmen midstream hingga downstream. Melalui pembangunan fasilitas upstream, perusahaan akan kembali mengelola proses produksi sejak bahan baku.

“Bulan depan InsyaAllah mudah-mudahan kita akan groundbreaking itu pembangunan upstream kita. Nah kita mulai lagi memanfaatkan bahwa tadi dari iron ore kemudian menjadi slab-slab kemudian baru yang masuk menjadi turunan baja turunannya,” ujar Dony saat rapat di DPR, Rabu (4/2/2026).

Menurut Dony, pengembangan pabrik tersebut menjadi bagian dari transformasi menyeluruh Krakatau Steel sekaligus mendukung diversifikasi produk. Ia menargetkan ke depan kebutuhan baja untuk industri strategis, seperti perkapalan dan perkeretaapian, dapat dipenuhi dari dalam negeri melalui Krakatau Steel.

“Karena memang tadi dengan pengembangan industri perkapalan kita dan juga industri kereta api kita, tentu nanti kita harapkan semua supply-nya akan dilakukan di Krakatau Steel. Jadi bahwa memang transformasi daripada Krakatau Steel ini mesti dilakukan secara integrasi, tidak bisa hanya kita memberikan uang kemudian kita membiarkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dony menyebut proyek ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis industri. Menurutnya, penguatan sektor manufaktur menjadi kunci agar Indonesia tidak terus bergantung pada eksploitasi sumber daya alam.

“Karena memang Presiden Prabowo menginginkan basis pertumbuhan ekonomi kita ke depan itu harusnya dari industri. Setuju kan? Karena kalau negara maju itu kalau industri-nya tidak berkembang nanti kita selalu tergantung dengan resources terus kan, tambang, sawit, sementara negara maju itu basisnya industri karena itu Danantara fokus kepada pengembangan industri,” pungkas Dony.

(Sumber – Detik)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *