Cortara - Indonesia Online News Logo Small

Pupuk Indonesia Perkuat Inovasi Pertanian Lewat FertInnovation Challenge, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

JAKARTA — PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat ekosistem inovasi pertanian dan upaya kemandirian pangan nasional melalui penyelenggaraan Fert Innovation Challenge 2025, kompetisi yang diikuti 1.620 inovator dari kalangan peneliti, profesional, startup, hingga mahasiswa dalam dan luar negeri.

Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia Jamsaton Nababan menyebut program tersebut menjadi instrumen strategis perusahaan untuk membangun pipeline riset yang relevan dengan tantangan sektor pertanian dan industri pupuk nasional.

“Kegiatan ini sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Program ini digelar bersama Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI) sebagai bagian dari upaya transformasi pertanian berbasis inovasi. Konsep open innovation diterapkan untuk menyerap gagasan transformatif dari berbagai inovator eksternal sekaligus menjawab isu keberlanjutan dan agenda besar kemandirian pangan Indonesia.

Empat fokus utama yang diangkat meliputi Precision Agriculture & Digital Farming, Climate Resilience & Sustainable Fertilizer, AI-Driven Agri Supply Chain, serta Process & Plant Engineering. Menurut Jamsaton, kategori tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan inovasi menyeluruh, mulai dari teknik budidaya presisi, efisiensi rantai pasok pupuk, keberlanjutan lingkungan, hingga peningkatan keandalan proses produksi.

Selain pemberian apresiasi kepada pemenang, perusahaan juga membuka peluang inkubasi dan pengembangan lanjutan agar ide terpilih dapat diimplementasikan menjadi solusi industri bernilai hingga Rp2 miliar. Program ini juga mempertemukan pelaku industri, akademisi, peneliti, serta pembuat kebijakan dalam satu ekosistem kolaboratif.

“Kami percaya bahwa inovasi yang lahir dari FertInnovation akan berkontribusi nyata dalam meningkatkan efisiensi proses produksi, ketahanan sistem distribusi pupuk, keberlanjutan lingkungan, serta produktivitas pertanian nasional,” kata Jamsaton.

Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, Pupuk Indonesia menegaskan perannya sebagai innovation enabler di sektor agribisnis sekaligus mempercepat hilirisasi riset. “Kami berharap upaya dan kolaborasi yang kita bangun melalui FertInnovation ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Pupuk Indonesia yang semakin inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta mendukung ketahanan pangan bangsa,” tutupnya.

(Sumber – ANTARA)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *