JAKARTA – Kejaksaan Agung menetapkan 11 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi ekspor Crude Palm Oil (CPO) yang dilakukan dengan memanfaatkan kode Palm Oil Mill Effluent (POME) pada periode 2022–2024. Kerugian sementara keuangan negara diperkirakan mencapai Rp10,6 triliun hingga Rp14,3 triliun.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi menyampaikan angka tersebut masih bersifat sementara dan menunggu hasil audit resmi. “Berdasarkan perhitungan sementara oleh auditor kami, kerugian keuangan negara atau kehilangan penerimaan negara diperkirakan mencapai antara Rp10 hingga Rp14 triliun,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (10/2). Ia menambahkan, “Itu baru kerugian keuangan negara dan belum merupakan potensi kerugian perekonomian negara yang sedang dihitung juga.”
Menurut penyidik, praktik tersebut menyebabkan negara kehilangan penerimaan dari Bea Keluar, Pungutan Sawit (Levy), serta kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Para pelaku diduga merekayasa klasifikasi ekspor dengan menggunakan kode POME atau Palm Acid Oil (PAO), sehingga komoditas CPO dapat diekspor tanpa tunduk pada pembatasan dan kewajiban yang berlaku saat pemerintah membatasi ekspor demi menjaga pasokan dan harga minyak goreng.
“Yang seharusnya dipenuhi kepada negara, sehingga pemungutannya menjadi jauh lebih rendah,” kata Syarief.
Kejagung mengungkap celah tersebut muncul karena peta hilirisasi industri kelapa sawit belum berbentuk peraturan yang mengikat. “Sehingga membuat komoditas serta spesifikasi teknis yang tidak dikenal dalam sistem klasifikasi internasional, akan tetapi tetap dijadikan acuan oleh aparat,” jelasnya.
Penyidik juga menemukan dugaan suap untuk melancarkan proses administrasi dan pengawasan ekspor. Dari 11 tersangka, tiga di antaranya merupakan penyelenggara negara, yakni FJR selaku mantan Direktur Teknis Kepabeanan DJBC, LHB selaku Kasubdit Industri Hasil Perkebunan Non Pangan Kementerian Perindustrian, serta MZ selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPBC Pekanbaru.
Kasus ini masih dalam tahap penghitungan kerugian resmi dan pendalaman peran masing-masing tersangka.
(Sumber – CNN)

