JAKARTA – Pemerintah menyiapkan anggaran Rp11,92 triliun untuk program bantuan pangan yang akan disalurkan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong konsumsi domestik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bantuan mulai didistribusikan pada periode Ramadhan. “Estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp11,92 triliun dan ini akan mulai disalurkan di bulan Ramadhan atau Februari nanti,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Bantuan diberikan selama dua bulan dalam bentuk 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng per keluarga. Program ini menyasar 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang berada pada kelompok desil 1 hingga desil 4 atau kategori berpendapatan rendah hingga menengah bawah.
Menurut Airlangga, stimulus tersebut dirancang untuk memperkuat sisi permintaan dalam perekonomian. Ia juga meminta pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait memastikan distribusi berjalan lancar. “Pemerintah daerah maupun kementerian/lembaga yang terkait diharapkan juga bisa mendukung kelancaran logistik untuk penyaluran bantuan pangan,” katanya.
Selain bantuan pangan, pemerintah menyiapkan insentif transportasi selama periode Hari Besar Nasional Idul Fitri 2026 dengan total anggaran Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN.
Diskon tarif kereta api sebesar 30 persen berlaku untuk perjalanan 14–29 Maret 2026 dengan target 1,2 juta penumpang. Untuk angkutan laut, Pelni memberikan potongan 30 persen pada periode 11 Maret–5 April bagi 445 ribu penumpang. Sementara ASDP menerapkan diskon 100 persen pada komponen jasa kepelabuhanan untuk penyeberangan 12–31 Maret, dengan proyeksi 945 ribu kendaraan dan 2,4 juta penumpang.
Adapun sektor penerbangan menyediakan potongan harga 17–18 persen untuk tiket kelas ekonomi rute domestik pada 14–29 Maret 2026, dengan target 3,3 juta penumpang. Kebijakan terpadu ini diharapkan dapat menjaga mobilitas masyarakat sekaligus menopang aktivitas ekonomi selama momentum Ramadhan dan Lebaran.
(Sumber – ANTARA)

