GRESIK – Hyundai Motor Indonesia (HMID) angkat bicara menyusul insiden kebakaran yang menimpa salah satu unit Kona EV di Gresik pada Rabu (22/4). Peristiwa ini diduga dipicu oleh baterai yang mengalami panas berlebih (overheat).
Chief Operating Officer HMID Fransiscus Soerjopranoto menyampaikan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan dealer untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan konsumen yang menjadi prioritas utama.
“Pertama-tama kami menyampaikan keprihatinan kepada pelanggan kami yang terdampak. Prioritas kami saat ini adalah berkoordinasi dengan dealer untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan konsumen yang utama,” kata Soerjopranoto melalui pesan singkat, Kamis (23/4/2026).
Hyundai juga sedang melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Perusahaan berkomitmen mendampingi konsumen terdampak dan akan memberikan informasi perkembangan secara berkala.
Insiden bermula ketika pengemudi bernama Alex melihat indikator baterai lemah. Sekitar 10 menit kemudian, muncul peringatan panas berlebih sebelum akhirnya percikan api keluar dan langsung membesar.
“Awalnya indikator low battery, lalu muncul peringatan panas berlebih. Tidak lama kemudian keluar percikan api dan langsung membesar,” ujar Alex.
Ia sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun api tidak berhasil dikendalikan. Petugas Damkar Gresik yang tiba sekitar pukul 11.37 WIB membutuhkan waktu 40 menit untuk memadamkan api.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik Suyono membenarkan kejadian tersebut. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh overheat pada sistem baterai.
“Dugaan awal karena overheat pada sistem baterai. Namun untuk penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan,” kata Suyono.
Suyono memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Kerugian material masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Insiden ini menjadi perhatian publik mengingat mobil listrik Kona EV merupakan salah satu produk andalan Hyundai di pasar kendaraan ramah lingkungan Tanah Air.
(Sumber – CNN)

