JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menyiapkan anggaran sekitar Rp10 triliun untuk menjalankan program peremajaan tanaman kelapa rakyat. Program tersebut ditargetkan mencakup sekitar 870 ribu hektare lahan perkebunan kelapa di berbagai daerah guna meningkatkan produktivitas komoditas tersebut.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan program tersebut telah mulai berjalan dan dana yang dialokasikan akan diberikan langsung kepada petani dalam bentuk hibah.
“Sudah jalan, anggaran (peremajaan kelapa) Rp9,9 triliun, Rp10 triliun. Dan itu hibah untuk rakyat, luasnya 870 ribu hektare,” kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).
Menurut Amran, program peremajaan ini bertujuan mengganti tanaman kelapa yang sudah tua atau kurang produktif dengan bibit unggul agar hasil produksi perkebunan rakyat dapat meningkat.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor perkebunan sekaligus menjaga ketersediaan komoditas strategis di dalam negeri.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah menyiapkan anggaran sekitar Rp9 triliun untuk program peremajaan berbagai komoditas perkebunan yang akan dijalankan secara bertahap hingga 2026. Program tersebut tidak hanya menyasar kelapa, tetapi juga komoditas lain seperti kakao, kopi, tebu, kelapa dalam, mete, gambir, lada, hingga pala.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari agenda penguatan hilirisasi di sektor perkebunan yang mulai diprioritaskan pemerintah setelah fokus pada program swasembada pangan utama.
“Yang anggarannya (Rp9 triliun) adalah peremajaan untuk komunitas perkebunan kelapa kakao kopi, tebu kelapa dalam, kemudian mete, gambir lada, terus termasuk juga disitu ada pala,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu.
Selain melakukan peremajaan tanaman, pemerintah juga menyiapkan langkah penguatan industri pengolahan hasil perkebunan sebagai bagian dari strategi hilirisasi. Pengembangan pabrik pengolahan komoditas seperti gula, cokelat, dan kelapa direncanakan melibatkan BUMN, petani, serta sektor swasta guna meningkatkan nilai tambah produk perkebunan nasional.
(Sumber – CNN)

