Cortara - Indonesia Online News Logo Small

Antrean Gilimanuk Tembus 30 Km, Lonjakan Arus Libur Picu Kemacetan Parah

JAWA TIMUR — Kemacetan panjang terjadi di kawasan Pelabuhan Gilimanuk dengan antrean kendaraan dilaporkan mencapai lebih dari 30 kilometer. Kepadatan ini terjadi akibat lonjakan arus kendaraan yang hendak menyeberang dari Bali menuju Jawa menjelang periode libur besar.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial pada Senin (16/3/2026), terlihat ratusan kendaraan mulai dari bus, mobil pribadi hingga truk mengular panjang dan nyaris tidak bergerak. Unggahan tersebut juga menyebutkan, “Antrian mencapai 30 km lebih hari ini”, menggambarkan padatnya kondisi di lapangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menjelaskan lonjakan ini dipicu oleh pergerakan masyarakat yang lebih awal meninggalkan Bali karena berdekatan dengan momentum Hari Raya Nyepi dan Lebaran.

“Ini kan berdekatan liburan Nyepi kemudian libur Lebaran. Jadi memang terjadi peningkatan volume kendaraan dari Gilimanuk menuju Jawa,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Data Posko Angkutan Lebaran menunjukkan jumlah penumpang di lintasan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk pada H-6 mencapai 80.416 orang, naik 33,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 60.099 orang.

Selain lonjakan volume, keterbatasan kapasitas penyeberangan turut memperparah kondisi. Total dermaga di kedua sisi hanya sekitar 8 unit, dengan kapal berkapasitas besar (di atas 2.000 GT) terbatas sekitar 8–9 unit, sehingga daya angkut tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang datang.

Ketua Umum DPP Gapasdap, Khoiri Soetomo, menilai kemacetan juga dipicu sistem kedatangan kendaraan yang belum tertata, di mana kendaraan masih dapat menuju pelabuhan tanpa pengaturan jadwal yang ketat.

“Masalahnya bukan hanya lonjakan kendaraan, tapi juga belum tertatanya sistem kedatangan kendaraan serta belum seimbangnya jumlah kapal dan dermaga,” ujarnya.

Kondisi ini menyebabkan kawasan pelabuhan menjadi titik kemacetan utama (bottleneck), bahkan antrean meluas hingga ke jalan nasional. Peningkatan infrastruktur jalan yang mempercepat akses menuju pelabuhan dinilai belum diimbangi dengan kapasitas penyeberangan, sehingga kemacetan panjang sulit dihindari.

(Sumber – Jatim Times)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *