JAKARTA — PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menjalin kerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melalui skema Commercial Line Facility Kontra Bank Garansi. Kolaborasi ini diperkirakan membuka peluang ekspansi bisnis dengan nilai fasilitas hingga Rp1,5 triliun.
Direktur Bisnis Askrindo Budhi Novianto mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperluas penetrasi pasar suretyship sekaligus memperkuat sinergi dengan sektor perbankan nasional.
“Dengan kapasitas fasilitas hingga Rp1,5 triliun, kami optimistis dapat mendorong akselerasi proyek-proyek produktif dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha,” ujar Budhi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Melalui skema Kontra Bank Garansi, kedua institusi berupaya meningkatkan kepastian dan mitigasi risiko dalam penerbitan bank garansi. Skema ini terutama ditujukan bagi sektor konstruksi maupun nonkonstruksi yang membutuhkan dukungan penjaminan dalam proses tender hingga pelaksanaan proyek.
Budhi menjelaskan penguatan pada lini bisnis commercial line menjadi bagian dari strategi transformasi Askrindo. Langkah ini diarahkan untuk memperbesar porsi portofolio non-program, sekaligus meningkatkan kualitas aset dan manajemen risiko perusahaan.
Kerja sama dengan BTN juga diharapkan memperkuat posisi Askrindo sebagai salah satu pemain utama dalam industri penjaminan dan asuransi kredit di Indonesia.
Selain skema kontra bank garansi, kedua pihak juga membuka peluang pengembangan kerja sama pada berbagai produk lain. Di antaranya asuransi kredit, asuransi kebakaran, serta berbagai solusi perlindungan risiko terintegrasi yang dapat mendukung kebutuhan pembiayaan pelaku usaha.
Di tengah dinamika industri jasa keuangan, Askrindo menegaskan bahwa seluruh penguatan bisnis dilakukan dengan tetap berkoordinasi bersama regulator dan para pemangku kepentingan.
Langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas operasional perusahaan, memastikan keberlanjutan usaha, sekaligus mempertahankan kepercayaan publik terhadap industri asuransi nasional.
Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan transformasi bisnis dengan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, prinsip kehati-hatian (prudential), serta perlindungan terhadap kepentingan nasabah, sebagai bagian dari kontribusi dalam memperkuat sistem keuangan nasional.
(Sumber – ANTARA)

