JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menyalurkan pembiayaan senilai Rp1,5 triliun untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dukungan tersebut diberikan kepada 577 nasabah dan terintegrasi dengan ribuan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah terhubung dalam sistem transaksi digital BNI.
Direktur Utama BNI Purnama Wahju Setiawan mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 6.560 dapur SPPG atau sekitar 34 persen dari total 19.188 dapur telah terintegrasi dengan layanan BNI Direct.
“Kurang lebih di 6.560 titik, kurang lebih dari 34% dari total 19.188 dapur telah terintegrasi dengan BNI direct, dan dengan volume transaksi mencapai Rp 26 triliun. Dan BNI telah memberikan pembiayaan untuk 577 debitur dengan total pinjaman mencapai Rp 1,5 triliun,” ujarnya dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI, Senin (26/1/2026).
Kinerja pembiayaan BNI juga tercermin dari pertumbuhan kredit. Hingga September 2025, kredit segmen menengah tumbuh 14,3 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara kredit UMKM non-KUR meningkat 13,9 persen (yoy) menjadi Rp46,3 triliun.
Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal menilai ruang pertumbuhan kredit UMKM masih terbuka lebar. Karena itu, BNI memfokuskan pembiayaan pada sektor prioritas, termasuk industri padat karya, perumahan, serta program pemerintah seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan MBG, guna mendorong pemerataan ekonomi hingga tingkat desa.
Untuk menjaga kualitas penyaluran kredit, BNI menerapkan robust credit scoring tools sejak 2024 serta mengoptimalkan Tactical Account Planning (TAP) guna meningkatkan profitabilitas nasabah, baik dari sisi pembiayaan maupun layanan non-pembiayaan.
(Sumber – CNBC)

