JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan penghimpunan dana murah (CASA) hingga Rp5 triliun dalam setahun dengan memaksimalkan jaringan Kantorpos di hampir seluruh kecamatan di Indonesia. Strategi ini ditempuh melalui optimalisasi layanan transaksi digital tanpa kartu.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, Tabungan BTN Pos akan dipacu secara agresif di daerah karena ditopang jaringan kantor pos yang luas dan berlokasi strategis.
“Target kita jelas, menuju angka Rp5 triliun. Tabungan BTN Pos akan kita kampanyekan di daerah-daerah karena hampir di setiap kecamatan ada kantor pos,” ujarnya, Ahad (11/1/2026).
Menurut Nixon, kolaborasi dengan PT Pos Indonesia (Persero) memperluas akses layanan BTN, khususnya di wilayah yang belum terjangkau kantor cabang bank, sekaligus mendorong inklusi keuangan berbasis digital. Ia menilai penetrasi smartphone yang tinggi membuat layanan perbankan tanpa kartu kian relevan.
BTN mencatat, sinergi dengan Pos Indonesia saat ini telah melayani lebih dari 500 ribu nasabah melalui hampir 3.000 outlet Kantorpos di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut dinilai masih berpotensi tumbuh seiring intensifikasi pemanfaatan jaringan pos.
“Pos Indonesia adalah mitra strategis BTN dalam transformasi pendanaan ritel dan penguatan dana murah,” kata Nixon.
Sementara itu, Plt Direktur Utama Pos Indonesia Haris menyebut kerja sama BTN–Pos telah terjalin puluhan tahun dan terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.
“Kerja sama ini sudah berjalan sekitar 76 tahun dan kini direbranding menjadi Tabungan BTN Pos,” ujarnya.
Haris menambahkan, keunggulan Kantorpos terletak pada jangkauan fisik dan tingkat kepercayaan publik yang tinggi, sehingga efektif mendukung perluasan layanan keuangan BTN. Ke depan, sinergi ini juga membuka layanan setor dan tarik tunai bagi nasabah BTN langsung di Kantorpos.
(Sumber – Republika)

