JAKARTA — Ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia terus menguat dan mulai menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional. Perkembangan ini tidak hanya terlihat dari peningkatan adopsi kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap perekonomian dan arus investasi.
Deputi Bidang Koordinasi Keniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo menyebut sektor otomotif memiliki peran signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB). “Khusus untuk otomotif kalau kita perhatikan bagaimana picture-nya dan peranannya kepada perekonomian kita, dia cukup besar terhadap pembentukan PDB kita, di 1,28% di triwulan III 2025,” ujarnya dalam EVolution Indonesia Forum di Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).
Dari sisi pasar, penjualan mobil listrik sepanjang 2025 telah melampaui 100 ribu unit atau sekitar 12,9% dari total penjualan mobil domestik. Sementara populasi kendaraan listrik nasional kini mendekati 330 ribu unit. “Saat ini populasi kendaraan listrik juga sudah hampir mencapai lebih dari 330 ribu, kalau kami tidak salah data, dan itu sudah membuktikan bahwa ekosistem di kita sudah siap,” kata Ali.
Pertumbuhan tersebut turut mendorong masuknya investasi asing ke sektor EV, mulai dari hulu pertambangan mineral, pembangunan smelter, hingga industri hilir seperti pabrik baterai. Sejumlah pemain global telah hadir dan bersiap memperkuat basis produksi di Indonesia. “Kalau dari sisi investasi kita sudah melihat pelakunya sudah ada di sini bahkan tadi sudah disebutkan menjadi ekosistem kita. Tadi ada Vinfast, ada Cherry, BYD, dan merek-merek lain,” ujar Ali.
Ia menambahkan, investasi terkait kendaraan listrik kini menyumbang sekitar 15,5% dari total investasi yang masuk ke Indonesia, dengan tingkat realisasi mencapai hampir 90%. “Otomotif khususnya EV ini juga sudah sangat diperhatikan dengan sungguh-sungguh oleh negara, baik melalui insentif fiskal maupun non fiskal,” tuturnya.
Dalam jangka panjang, penguatan ekosistem EV dari hulu ke hilir dinilai membuka jalan bagi ambisi Indonesia untuk kembali memproduksi mobil nasional. Target tersebut, menurut Ali, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan industri sendiri pada 2027–2028.
(Sumber – Detik)

