Cortara - Indonesia Online News Logo Small

Dua Kali Trading Halt, IHSG Cetak 24 Rekor Sepanjang 2025

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang 2025 berlangsung dinamis, ditandai tekanan tajam pada paruh pertama tahun hingga mencatat dua kali penghentian sementara perdagangan (trading halt), sebelum berbalik menguat dan mencetak sejumlah rekor baru pada semester II.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG sempat menyentuh level terendah 5.996 pada 8 April 2025. Pelemahan tersebut dipengaruhi berbagai sentimen global yang membebani pasar modal domestik sepanjang awal tahun.

Direktur Utama BEI Iman Rachman menjelaskan tekanan berasal dari eskalasi perang dagang, volatilitas nilai tukar, serta meningkatnya tensi geopolitik global.

“Pada periode pertengahan Maret hingga awal April 2025, IHSG mengalami koreksi cukup dalam hingga menyentuh 5.996, sehingga diberlakukan dua kali trading halt,” ujar Iman dalam penutupan perdagangan saham 2025, Selasa (30/12/2025).

Dalam merespons kondisi tersebut, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan seluruh Self-Regulatory Organization (SRO) menerapkan sejumlah kebijakan stabilisasi, mulai dari dialog dengan pelaku pasar, relaksasi buyback saham tanpa RUPS, penyesuaian auto rejection bawah (ARB), hingga penguatan pengawasan transaksi.

Memasuki paruh kedua 2025, arah pergerakan IHSG berbalik positif. Indeks secara bertahap pulih dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 8.711 pada 8 Desember 2025, seiring kapitalisasi pasar yang sempat menembus Rp16.000 triliun.

“Sepanjang 2025, IHSG mencetak 24 kali all time high. Pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan pasar modal,” kata Iman.

Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Senin (30/12/2025), IHSG ditutup menguat 1,25% ke level 8.644,25 atau naik 22,10% secara year-to-date.

Kinerja indeks ditopang sejumlah saham unggulan seperti DSSA yang melonjak 172,97%, DCII naik 375,06%, BRPT menguat 255,43%, BRMS meningkat 217,92%, serta TLKM dan ASII yang masing-masing naik 28,41% dan 36,73%. Di sisi lain, beberapa saham berkapitalisasi besar menjadi penahan laju indeks, antara lain BBCA, BYAN, AMMN, BBRI, BMRI, ICBP, dan ADRO.

Dari sisi aliran dana, investor asing mencatatkan beli bersih Rp1,96 triliun pada perdagangan terakhir 2025, sehingga total net sell asing sejak awal tahun menyusut menjadi Rp16,40 triliun.

Hingga akhir 2025, BEI mencatat 956 perusahaan tercatat dengan total penghimpunan dana mencapai Rp278 triliun. Sepanjang tahun berjalan, terdapat 26 emiten baru, termasuk enam lighthouse IPO, yakni RATU, CBDK, YUPI, EMAS, CDIA, dan SUPA.

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian bursa mencapai Rp18 triliun, melampaui target awal BEI sebesar Rp13,3 triliun, dan menempatkan BEI dalam jajaran bursa global dengan transaksi harian di atas USD 1 miliar.

(Sumber – Ajaib)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *