JAKARTA — PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), emiten properti yang terafiliasi dengan keluarga Hashim Djojohadikusumo, tengah menyiapkan langkah ekspansi ke sejumlah sektor strategis, mulai dari logistik, data center, hingga pengembangan ultra properti mewah. Langkah ini dilakukan untuk memperluas portofolio bisnis sekaligus menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang di luar sektor properti konvensional.
Co-Founder & Group CEO TRINLAND, Ishak Chandra, menyampaikan bahwa pemilihan sektor-sektor tersebut didasarkan pada tren permintaan yang terus meningkat serta prospek jangka panjang yang dinilai sejalan dengan arah pengembangan Perseroan. “Kami melihat peluang besar dari perubahan kebutuhan pasar, baik di sektor logistik, digital infrastructure maupun luxury hospitality,” ujarnya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/12).
Menurut manajemen, pengembangan data center dan ultra properti mewah akan difokuskan pada kawasan dengan aktivitas bisnis tinggi. TRIN menilai percepatan transformasi digital, pertumbuhan ekonomi perkotaan, serta meningkatnya perhatian terhadap kualitas hidup akan mendorong kebutuhan signifikan terhadap infrastruktur logistik, digital, dan properti premium berbasis konsep hijau.
Ishak menegaskan, strategi diversifikasi ini disusun secara terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik. “Kami optimistis langkah diversifikasi ini akan menjadi motor pertumbuhan baru yang berkelanjutan bagi Perseroan,” jelasnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan Komisaris Utama TRINLAND, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Putri dari Hashim Djojohadikusumo itu menilai ekspansi bisnis menjadi bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam merespons dinamika ekonomi dan industri. “Dengan memperluas portofolio ke sektor-sektor masa depan, Perseroan berupaya menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh stakeholder,” ujarnya.
Ke depan, manajemen TRIN akan mempersiapkan seluruh aspek teknis, komersial, hingga operasional guna memastikan implementasi strategi berjalan optimal. Tahap awal pengembangan bisnis baru ini ditargetkan mulai dijalankan pada kuartal I 2026.
Manajemen berharap langkah ekspansi tersebut dapat memperkuat posisi bisnis Perseroan, meningkatkan kualitas pendapatan, serta membangun fondasi pertumbuhan yang lebih resilien di tengah perubahan industri properti dan infrastruktur nasional.
(Sumber – CNBC Indonesia)

