Cortara - Indonesia Online News Logo Small

Fitur Kursi Otomatis Hyundai Palisade 2026 Tewaskan Balita di Ohio

CORTARA.id – Sebuah insiden memilukan terjadi di Ohio, Amerika Serikat, pada 7 Maret 2026. Seorang balita berusia dua tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terjepit dalam mekanisme pelipatan kursi otomatis baris kedua Hyundai Palisade tahun produksi 2026 saat sistem tersebut diaktifkan.

Investigasi awal mengungkapkan bahwa fitur kursi elektrik pada varian Limited dan Calligraphy gagal mendeteksi adanya objek atau penghuni di jalurnya. Sistem anti-pinch yang seharusnya berfungsi sebagai pengaman otomatis untuk menghentikan gerakan kursi saat ada hambatan, dilaporkan tidak aktif sebagaimana mestinya. Akibatnya, mekanisme pelipatan terus berjalan meski sang anak berada di area berbahaya, yang berujung pada cedera fatal hingga merenggut nyawa korban.

Masalah utama terletak pada perangkat lunak pengendali sensor kursi otomatis di baris kedua dan ketiga. Sensor tersebut ditemukan memiliki celah logika di mana dalam kondisi tertentu, tekanan atau keberadaan benda kecil tidak memicu perintah berhenti pada motor penggerak kursi. Hal ini menciptakan risiko terjepit yang sangat tinggi, terutama bagi anak-anak yang sering berada di area belakang tanpa pengawasan langsung dari kursi depan.

Sebagai bentuk tanggung jawab atas tragedi ini, Hyundai bersama National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) langsung mengeluarkan perintah penghentian penjualan (stop-sale) untuk unit terdampak. Raksasa otomotif Korea Selatan itu juga mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap puluhan ribu SUV premium tersebut, melibatkan sedikitnya 68.515 unit di Amerika Serikat dan 7.967 unit di Kanada. 

Hyundai menyatakan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan berkomitmen untuk melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan kegagalan teknis serupa tidak terulang kembali.

Pihak pabrikan sangat menyarankan pemilik kendaraan untuk tidak mengaktifkan fitur lipat kursi otomatis jika terdapat penumpang atau anak-anak di dekat area kursi. Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi industri otomotif global akan pentingnya pengujian fitur otomasi yang lebih ketat, terutama yang berinteraksi langsung dengan penumpang rentan. 

Meskipun teknologi bertujuan untuk memberikan kenyamanan, faktor keselamatan pasif tetap tidak boleh dikesampingkan. Kasus ini kini tengah dipantau ketat oleh regulator keselamatan jalan raya di berbagai negara untuk memastikan standar keamanan global tetap terjaga.

(Sumber – Kabaroto)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *