Cortara - Indonesia Online News Logo Small

Friderica Widyasari Dewi Resmi Jadi Ketua OJK, IHSG Menguat ke Level 7.428 di Sesi I

JAKARTA — Rapat Paripurna DPR RI pada Kamis (12/3/2026) menyetujui lima nama anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hasil uji kelayakan dan kepatutan Komisi XI. Salah satu keputusan utama adalah penetapan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK yang baru.

Selain Friderica, DPR juga menyetujui Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua, Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Inovasi Teknologi dan Kripto, serta Dicky Kartikoyono sebagai Kepala Eksekutif Edukasi dan Perlindungan Konsumen.

Persetujuan tersebut menjadi bagian dari proses pengisian posisi strategis di regulator sektor keuangan setelah Komisi XI DPR sebelumnya menggelar fit and proper test terhadap para calon anggota Dewan Komisioner pada Rabu (11/3/2026).

Di tengah dinamika transisi kepemimpinan tersebut, pasar saham domestik menunjukkan kinerja positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan sesi pertama Kamis (12/3/2026) tercatat menguat 0,53 persen atau 39,38 poin ke level 7.428,77.

Pergerakan indeks ditopang oleh 272 saham yang menguat, sementara 376 saham melemah dan 164 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp6,39 triliun dengan volume 14,66 miliar saham yang diperdagangkan dalam 921.130 transaksi, sehingga kapitalisasi pasar meningkat menjadi sekitar Rp13.388 triliun.

Penguatan IHSG terutama didorong oleh kenaikan sektor teknologi, finansial, dan energi, sedangkan sektor properti, industri, dan kesehatan mengalami koreksi.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menjadi penopang indeks, di antaranya BBCA, DCII, BYAN, BMRI, dan TPIA.

Pelaku pasar juga mencermati berbagai sentimen makroekonomi global dan domestik, termasuk rilis inflasi Amerika Serikat, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi dunia.

Ketegangan antara Iran dan koalisi Amerika Serikat–Israel turut memicu kekhawatiran pasar global. Iran bahkan memperingatkan potensi lonjakan harga minyak hingga US$200 per barel, sementara International Energy Agency (IEA) merekomendasikan pelepasan cadangan minyak strategis untuk meredam lonjakan harga.

Tekanan geopolitik tersebut juga tercermin di pasar saham regional. Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,56 persen, Nikkei 225 Jepang melemah 1,6 persen, Topix turun 1,34 persen, dan Kospi Korea Selatan terkoreksi 0,75 persen.

Di Amerika Serikat, Dow Jones Industrial Average pada perdagangan sebelumnya ditutup turun 0,61 persen ke 47.417,27, sementara S&P 500 melemah tipis 0,08 persen ke 6.775,80. Sebaliknya, Nasdaq Composite mencatat kenaikan tipis 0,08 persen menjadi 22.716,13.

Sementara itu, harga minyak global juga mengalami kenaikan signifikan. West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 7 persen menjadi sekitar US$93,8 per barel, sedangkan Brent melonjak hampir 8 persen hingga mencapai US$99,1 per barel.

(Sumber – CNBC)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *