JAKARTA — Grab Indonesia menegaskan komitmennya untuk kembali menyalurkan Bonus Hari Raya (BHR) kepada para mitra pengemudi pada Idul Fitri tahun ini. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi.
“Jadi bonus hari raya buat teman-teman ketahui bahwa kami sudah komit dari Januari, karena kami melihat ini baik buat teman-teman mitra pengemudi,” ujar Neneng di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut menjadi bentuk apresiasi bagi mitra yang menunjukkan performa dan konsistensi layanan yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. “Nah kami mengapresiasi teman-teman mitra pengemudi yang berprestasi dan konsistensi layanan dan komitmen yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,” tambahnya.
Meski demikian, Neneng belum memaparkan skema detail terkait besaran maupun mekanisme pencairan BHR. Ia menyebut pembahasan internal masih berlangsung dan perusahaan juga menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah.
“Karena kita masih diskusi dan sebagainya. Dan kami juga akan menunggu dari pengumumannya apakah ada arahan lain gitu ya. Mungkin itu,” ungkapnya.
Terkait waktu pencairan, Neneng memastikan bonus tersebut akan diterima sebelum Hari Raya. “Pasti dikasih tahu dan pasti akan kami beritahu dan yang pasti semua mitra yang akan mendapatkan itu pasti akan mendapatkannya sebelum Hari Raya yang pasti. Gak mungkin sesudah Hari Raya,” tegasnya.
Sinyal positif mengenai BHR sebelumnya juga disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Ia menyebut komunikasi dengan platform ride hailing telah dilakukan dan mendapatkan respons baik.
“Kita sudah melakukan diskusi. Alhamdulillah respons mereka baik, mereka komitmen. Tinggal nanti dalam bentuk SE (Surat Edaran) menteri-nya ataupun nanti dalam bentuk launching-nya,” kata Yassierli dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, pengumuman resmi masih menunggu koordinasi dengan Kementerian Sekretariat Negara dan direncanakan akan disampaikan bersamaan dengan kebijakan Tunjangan Hari Raya (THR). Pemerintah pun berharap skema BHR tahun ini bisa lebih optimal dibanding pelaksanaan sebelumnya.
(Sumber – CNBC)

