JAKARTA – Emiten energi PT Indika Energy Tbk (INDY) resmi membentuk anak usaha baru di sektor manufaktur kendaraan bermotor sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis. Entitas baru tersebut bernama PT INVI Manufaktur Andalan Indonesia (IMAI) dan didirikan pada 12 Januari 2026 melalui dua anak usaha perseroan, yakni PT Energi Makmur Buana (EMB) dan PT Mitra Motor Group (MMG).
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen INDY menyampaikan bahwa IMAI akan bergerak di industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih, termasuk trailer dan semi-trailer.
“Dengan pembentukan anak perusahaan ini, Perseroan akan memiliki anak usaha baru yang laporan keuangannya akan terkonsolidasi,” jelas manajemen INDY dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (15/1/2026).
EMB dan MMG diketahui merupakan entitas yang lebih dari 99% sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh Indika Energy. Perseroan menegaskan pembentukan IMAI tidak menimbulkan dampak terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.
Menurut manajemen, langkah ini sejalan dengan arah strategis perusahaan dalam memperluas portofolio bisnis berkelanjutan.
“Pembentukan ini dilakukan sesuai dengan strategi bisnis diversifikasi Perseroan serta untuk memastikan agar Perseroan fokus pada pelaksanaan kegiatan usaha yang berkelanjutan,” ungkap manajemen.
Sebelumnya, emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Arsjad Rasjid ini telah menyampaikan fokus efisiensi operasional serta penguatan proyek non-batubara, khususnya tambang emas Awak Mas. Presiden Direktur Indika Energy Aziz Armand menyatakan industri batu bara masih berada dalam tekanan, meski indikasi pemulihan mulai terlihat sejak pertengahan 2025.
INDY menargetkan peningkatan efisiensi biaya pada 2026 dengan strategi utama berupa cash preservation dan penyesuaian belanja modal. Sebagian besar belanja modal ke depan akan dialokasikan untuk pengembangan tambang emas Awak Mas.
“Memang fokus kita adalah supaya tambang emas ini bisa mencapai atau menyelesaikan konstruksinya dan mulai komersialnya di awal tahun 2027, ataupun di akhir penyelesaian akhir 2026,” ujar Aziz dalam paparan publik INDY, Kamis (27/11/2025).
Dari sisi kinerja keuangan, laba bersih Indika Energy pada sembilan bulan pertama 2025 tercatat anjlok 99% secara tahunan menjadi US$497 ribu. Penurunan tersebut terutama dipicu melemahnya harga batu bara dan penurunan volume penjualan. Pendapatan perseroan juga turun 19% (YoY) menjadi US$1,4 miliar, meski beban pokok kontrak dan penjualan berhasil ditekan menjadi US$1,24 miliar.
(Sumber – CNBC)

