Cortara - Indonesia Online News Logo Small

InJourney Antisipasi Lonjakan 9 Juta Penumpang Saat Mudik Lebaran 2026

JAKARTA — PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyiapkan operasional 37 bandara yang berada di bawah pengelolaannya untuk menghadapi lonjakan mobilitas selama periode mudik Lebaran 2026. Dari jumlah tersebut, lima bandara diperkirakan akan menjadi pusat kepadatan penumpang.

Kelima bandara dengan lalu lintas tertinggi itu adalah Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bandar Udara Internasional Juanda, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, serta Bandar Udara Internasional Kualanamu.

Corporate Secretary SVP InJourney Yudhistira Setiawan memperkirakan jumlah penumpang di seluruh bandara yang dikelola perusahaan dapat mencapai sekitar 9 juta orang, atau meningkat sekitar 2 persen dibandingkan periode Lebaran 2025.

“Periode libur lebaran ini, kami prediksi untuk di bandara-bandara kami nanti di InJourney, itu akan ada peningkatan penumpang sekitar 9 juta penumpang, atau mengalami kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dan hal ini juga menjadi challenge kita sendiri bagi kami, karena adalah menjadi tugas kami untuk memastikan kesiapan dari bandara itu sendiri, dari mulai infrastruktur dan fasilitas serta layanannya,” kata Yudhistira dalam konferensi pers di Candi Prambanan, Kamis (12/3/2026).

Untuk menghadapi lonjakan tersebut, InJourney menyiapkan berbagai fasilitas, infrastruktur, serta posko layanan di seluruh bandara yang dikelolanya. Lima bandara dengan lalu lintas tertinggi juga dipastikan akan beroperasi selama 24 jam selama masa libur Lebaran, disertai penambahan personel guna menjaga kualitas layanan dan kelancaran arus penumpang.

“Kita beroperasi 24 jam di 5 bandara tersebut. Dan ini menunjukkan komitmen InJourney untuk memastikan bahwa perjalanan mudik atau liburan kali ini berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman. Namun juga tidak lupa bahwa InJourney juga memiliki destinasi, memiliki hospitality atau hotel, dan juga retail,” ujarnya.

Selain sektor transportasi udara, InJourney juga menyiapkan layanan di bidang pariwisata dan hospitality. Tingkat okupansi hotel yang dikelola perusahaan diproyeksikan mencapai 63 persen, atau meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejumlah destinasi wisata yang berada di bawah pengelolaan perusahaan juga diperkirakan mengalami lonjakan pengunjung. Candi Prambanan diprediksi menerima sekitar 129.000 pengunjung, sementara Candi Borobudur sekitar 83.000 pengunjung. Di Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah diperkirakan dikunjungi 137.000 wisatawan, sedangkan kawasan heritage Ratu Boko sekitar 7.000 pengunjung selama masa libur Lebaran.

“Ini adalah salah satu peluang juga harapan bagi kami bahwa para pemudik akan berlibur ke destinasi wisata yang dikelola InJourney. Apalagi nanti kalau lebaran hari kedua, kan biasanya terkenal dengan lebaran plesiran ya, lebaran kedua itu biasanya orang-orang sudah mulai berwisata kemana-mana dan objek wisata pasti penuh. Nah, harapannya di destinasi wisata yang dikelola InJourney ini, akan mengalami peningkatan yang lumayan,” kata Yudhistira.

InJourney juga memperkirakan pergerakan pemudik mulai meningkat sejak Jumat (13/3/2026). Sementara puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17–18 Maret 2026, dan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 28–30 Maret 2026.

(Sumber – Republika)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *