Cortara - Indonesia Online News Logo Small

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Usai Israel Bombardir Lebanon, Gencatan Senjata dengan AS Dianggap Dilanggar

TEHERAN – Iran kembali menutup Selat Hormuz hanya beberapa saat setelah mengumumkan gencatan senjata dengan Amerika Serikat. Langkah ini dipicu oleh serangan udara Israel ke Lebanon pada Rabu (8/4) pagi waktu setempat yang menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 lainnya.

Media Iran, Fars News, melaporkan bahwa penutupan dilakukan karena Teheran menganggap Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Iran berkeyakinan bahwa perjanjian dengan AS dan Israel mencakup penghentian serangan terhadap Lebanon, klaim yang langsung ditolak Tel Aviv. Israel bersikeras bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata dua pekan tersebut.

“Setelah pelanggaran terus-menerus terhadap gencatan senjata sementara oleh tentara rezim Zionis terhadap Lebanon dan perlawanan Islam di negara itu, Iran sedang menyelesaikan rencana untuk melakukan operasi pencegahan terhadap posisi militer Israel di wilayah pendudukan,” demikian pernyataan salah satu sumber keamanan-militer kepada Kantor Berita Fars News.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyetujui gencatan senjata setelah menerima 10 poin syarat dari Teheran. Namun, Gedung Putih kemudian membantah bahwa semua tuntutan Iran dipenuhi. Kesepakatan ini dilaporkan dimediasi oleh Pakistan dan disetujui oleh Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei.

Setelah gencatan sempat berlaku, dua kapal tanker diketahui telah mendapat izin dari otoritas Iran untuk melintasi Selat Hormuz. Namun, serangan Israel ke Lebanon membuat situasi berbalik. Penutupan selat yang merupakan jalur vital pengiriman minyak dunia ini berpotensi memicu gejolak harga energi global, sekaligus menunjukkan betapa rapuhnya gencatan senjata yang baru saja disepakati.

(Sumber – CNN)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *