JAKARTA – Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalami tekanan tajam pada perdagangan Rabu (21/1/2026) menyusul pencabutan izin usaha salah satu entitas anaknya, PT Agincourt Resources. Saham emiten Grup Astra ini anjlok hampir menyentuh batas auto reject bawah (ARB).
Data RTI Business menunjukkan UNTR langsung bergerak di zona merah sejak pembukaan dan sempat turun 14,46% ke level Rp27.300 per saham. Secara mingguan, saham UNTR telah melemah 13,20%, sementara dalam sebulan terakhir terkoreksi 2,58%.
Aktivitas perdagangan UNTR tercatat cukup tinggi dengan volume 38,75 juta saham dan nilai transaksi mencapai Rp1,07 triliun. Meski demikian, pada perdagangan Selasa (20/1/2026), UNTR masih mencatatkan aksi beli bersih investor asing (net foreign buy) sebesar Rp47,48 miliar.
Tekanan juga merembet ke saham induk Grup Astra. Saham PT Astra International Tbk (ASII) turut melemah 8,93% ke level Rp6.625 per saham, dengan volume transaksi 174,34 juta saham dan nilai transaksi Rp1,14 triliun.
Pelemahan saham terjadi setelah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan daftar 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran dan dinilai berkontribusi terhadap bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025. Dari jumlah tersebut, 22 perusahaan merupakan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dengan total luas lebih dari 1 juta hektare, sementara enam lainnya bergerak di sektor tambang, perkebunan, dan PBPHHK.
PT Agincourt Resources tercantum dalam kelompok perusahaan sektor tambang, perkebunan, dan PBPHHK yang beroperasi di Sumatera Utara. Sebelumnya, perusahaan ini telah menghentikan sementara operasional tambang emas Martabe sejak 6 Desember 2025.
“PTAR telah memberhentikan sementara operasinya mulai 6 Desember 2025 untuk memungkinkan PTAR fokus untuk dapat memberikan dukungan kemanusiaan dan pada upaya tanggap darurat bencana pada masyarakat di Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan operasional PTAR akan sepenuhnya beroperasi kembali saat keadaan menjadi lebih kondusif dengan tetap berkoordinasi dengan instansi terkait,” kata Corporate Secretary United Tractors Ari Setiyawan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (11/12/2025).
Hingga kini, pelaku pasar masih mencermati dampak lanjutan pencabutan izin tersebut terhadap kinerja keuangan UNTR dan arah pergerakan saham ke depan.
(Sumber – Detik)

