JAKARTA — Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI resmi menandatangani kontrak pengadaan 12 unit pesawat Pilatus PC-24 Super Versatile pada Senin (31/3/2026) di Jakarta. Pengadaan ini ditujukan untuk mendukung pelatihan pilot transportasi TNI AU, operasional angkutan udara, serta misi penghubung.
Kontrak tersebut tidak hanya mencakup pengadaan pesawat, tetapi juga opsi penambahan unit, perlengkapan pendukung darat, suku cadang, pelatihan, hingga dukungan teknis dari pusat Pilatus di Stans, Swiss. Pesawat PC-24 dikenal memiliki fleksibilitas operasional tinggi dan telah disertifikasi untuk pengoperasian oleh satu pilot.
Pesawat ini dilengkapi pintu kargo standar dan mampu beroperasi di landasan pendek maupun tidak beraspal. Kemampuan tersebut membuatnya cocok digunakan dalam berbagai misi, termasuk pelatihan penerbangan instrumen (IFR), transportasi logistik, hingga tugas penghubung di wilayah terpencil.
CEO Pilatus, Markus Bucher, menyambut baik kerja sama tersebut dan menilai langkah ini sebagai awal hubungan jangka panjang dengan Indonesia.
“Program ini menandai awal dari hubungan jangka panjang, dan prioritas kami adalah mendukung Indonesia dalam mengoperasikan armada dengan lancar,” ujarnya.
Selain itu, Wakil Presiden Penerbangan Pemerintah Pilatus, Ioannis Papachristofilou, menyebut pemilihan PC-24 mencerminkan meningkatnya minat operator pemerintah terhadap pesawat multifungsi tersebut.
“Kami tetap fokus pada penyediaan solusi untuk memfasilitasi berbagai misi mulai dari pelatihan hingga transportasi,” katanya.
Dengan kemampuan lepas landas di landasan terbatas dan akses ke wilayah terpencil, pesawat ini dinilai dapat meningkatkan konektivitas udara di Indonesia, terutama untuk menjangkau lebih dari 17 ribu pulau yang tersebar di seluruh wilayah nusantara.
(Sumber – Republika)

