Cortara - Indonesia Online News Logo Small

Kilang Terbesar di Indonesia Segera Diresmikan Presiden, Nilai Proyek Rp123 Triliun

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan proyek kilang minyak terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Senin (12/1/2026). Proyek strategis nasional ini menyerap investasi sekitar US$ 7,4 miliar atau setara Rp123 triliun dan dikelola PT Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Balikpapan.

Rencana peresmian tersebut sebelumnya dibahas dalam rapat terbatas Presiden bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Minggu (11/1/2026). Informasi itu disampaikan melalui akun resmi Sekretariat Kabinet.

“Rencana peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan pada esok hari, Senin, 12 Januari 2026,” tulis akun @sekretariat.kabinet, dikutip Senin.

RDMP Balikpapan diproyeksikan menjadi penopang utama penguatan ketahanan energi nasional, khususnya dalam upaya menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM), terutama solar, mulai 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyatakan penghentian impor solar dapat dilakukan setelah kilang beroperasi optimal.
“Kita berharap kekuatan dari RDMP ini akan menjadi tulang punggung kita untuk bebas dari impor solar tahun 2026,” ujar Laode.

Proyek RDMP Balikpapan yang dibangun sejak 2019 mencakup modernisasi kilang eksisting guna meningkatkan kapasitas pengolahan, menghasilkan BBM ramah lingkungan, serta mendukung hilirisasi industri petrokimia. Kilang ini dikelola oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan, anak usaha PT Kilang Pertamina Internasional sebagai subholding pengolahan dan petrokimia Pertamina.

Secara keseluruhan, RDMP Balikpapan dilaksanakan melalui tiga lingkup utama. Tahap awal atau early work meliputi 16 paket pekerjaan pendahuluan seperti pematangan lahan, pembangunan infrastruktur dasar, serta fasilitas pendukung konstruksi. Tahap kedua mencakup pembangunan dan pengembangan 39 unit fasilitas kilang, termasuk 21 unit proses baru dan revitalisasi unit utama pengolahan minyak. Sementara tahap ketiga difokuskan pada penguatan infrastruktur penerimaan minyak mentah, termasuk pembangunan tangki berkapasitas satu juta barel dan fasilitas Single Point Mooring (SPM).

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebut RDMP Balikpapan sebagai fondasi penguatan sistem energi nasional.
“RDMP Balikpapan menjadi fondasi penting penguatan sistem energi nasional. Melalui pengembangan infrastruktur yang terintegrasi, Pertamina memastikan keandalan pasokan minyak mentah dan operasional kilang yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.

Saat ini, proyek telah memasuki tahap operasional awal dengan dimulainya start-up unit utama Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex. Fasilitas ini memungkinkan Kilang Balikpapan memproduksi BBM setara standar Euro 5 yang lebih bersih dan rendah emisi, sekaligus menghasilkan produk petrokimia seperti propylene dan sulfur.

“Melalui RFCC Complex dan unit tambahan lainnya, Kilang Balikpapan mengalami peningkatan signifikan dari standar Euro 2 menjadi Euro 5,” kata Baron.

Dengan kapasitas pengolahan mencapai 360 ribu barel per hari, RDMP Balikpapan menjadi proyek modernisasi kilang terbesar di Indonesia dan diharapkan memperkuat kemandirian energi nasional dalam jangka panjang.

(Sumber – CNBC Indonesia)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *