JAKARTA — Manajemen Kopi Kenangan mulai mematangkan langkah menuju penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah melewati berbagai fase bisnis dalam beberapa tahun terakhir. CEO Kopi Kenangan Edward Tirtanata menyebut dinamika pandemi hingga perubahan sentimen investor global menjadi pembelajaran penting dalam membangun bisnis berkelanjutan.
Edward menilai saat ini merupakan momentum untuk mengubah visi jangka panjang menjadi komitmen konkret sebagai perusahaan yang siap melantai di bursa. Salah satu langkahnya adalah meningkatkan transparansi melalui pembukaan kinerja keuangan dan penerapan tata kelola berstandar perusahaan publik.
“Seiring dengan kematangan perusahaan, kami secara sengaja menerapkan tata kelola serta disiplin pelaporan keuangan berstandar IPO. Selama delapan tahun buku terakhir, kami secara konsisten memperoleh opini audit wajar tanpa pengecualian dari auditor eksternal Big Four,” ujar Edward dalam unggahan LinkedIn, dikutip Selasa (3/2/2026).
Sepanjang tahun buku 2025, Kopi Kenangan Group membukukan pertumbuhan pendapatan bersih 45% secara tahunan menjadi US$184 juta atau sekitar Rp3,09 triliun. Perusahaan juga mencatat laba bersih tahunan pertama sebesar US$17 juta, dengan EBITDA US$37 juta.
Hingga akhir 2025, jaringan Kopi Kenangan telah mencapai 1.324 gerai di enam negara, menandai transformasi dari startup menjadi bisnis regional berskala besar dengan jutaan pelanggan dan ribuan karyawan. Edward menegaskan disiplin sebagai perusahaan terbuka tidak bisa menunggu IPO terealisasi, melainkan harus dibangun sejak awal sebagai budaya perusahaan.
Dalam rangka persiapan, perusahaan mempercepat siklus pelaporan keuangan, memperkuat pengendalian internal, serta meningkatkan pemanfaatan teknologi dan analitik data. Proses ini juga mencakup uji tuntas, pemeriksaan kesehatan pajak, serta pemenuhan kepatuhan hukum dan perizinan.
Dari sisi operasional, pendapatan bersih di Indonesia tumbuh 40% secara tahunan, ditopang kinerja penjualan gerai yang solid. Di Malaysia, pendapatan hampir dua kali lipat dan berhasil mencatat EBITDA positif seiring membaiknya skala ekonomi.
Kopi Kenangan juga melanjutkan ekspansi ke luar Asia Tenggara, termasuk India dan Australia, memperkuat posisi merek Indonesia di pasar global. Kinerja 2025 didukung strategi akuisisi pelanggan berbasis teknologi, dengan penambahan 4,47 juta pelanggan baru tanpa mengorbankan profitabilitas.
Strategi tersebut memungkinkan pembukaan 347 gerai baru bersih dengan same store sales growth (SSSG) 15% sepanjang 2025. Untuk 2026, manajemen menargetkan pembukaan sekitar 550 gerai baru secara global, seiring berlanjutnya persiapan menuju IPO.
(Sumber – CNBC)

