JAKARTA – Polda Metro Jaya menindaklanjuti laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono dengan melakukan analisis awal terhadap laporan dan barang bukti yang diserahkan pelapor. Kepolisian memastikan proses klarifikasi akan dilakukan secara menyeluruh sebelum menentukan langkah hukum lanjutan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa penyidik akan memeriksa materi laporan serta meminta keterangan pihak-pihak terkait guna menjaga proses penegakan hukum tetap objektif.
“Penyidik akan melakukan klarifikasi dan analisa barang bukti agar masyarakat tetap bijak dalam menyampaikan informasi,” ujar Budi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Menurut Budi, laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pernyataan terlapor dalam sebuah acara yang dinilai mengandung unsur penghasutan di muka umum serta dugaan penistaan agama. Pernyataan itu disebut disampaikan dalam sebuah acara bertajuk Mens Rea.
“Tentang dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama berkaitan dengan pernyataan dalam sebuah acara bertajuk Mens Rea,” jelasnya.
Polda Metro Jaya meminta publik untuk menunggu hasil penyelidikan dan memberikan ruang bagi aparat penegak hukum menjalankan proses sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebelumnya, Pandji dilaporkan oleh pihak yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah atas dugaan pencemaran nama baik organisasi Islam.
Pelapor, Rizki Abdul Rahman Wahid, menyatakan laporan tersebut didasari anggapan bahwa pernyataan Pandji telah menyudutkan NU dan Muhammadiyah.
“Kami menganggap bahwa yang saya laporkan ini oknum terlapor berinisial P ini dianggap menebarkan isu-isu yang kurang positif gitu, telah merendahkan, memfitnah, khususnya organisasi keislaman yang terbesar di Indonesia, yaitu NU dan Muhammadiyah,” ujar Rizki, Kamis (8/1).
Rizki juga menyoroti narasi yang dinilai mengaitkan NU dan Muhammadiyah dengan kepentingan politik praktis, termasuk tudingan adanya imbalan dalam bentuk konsesi tambang terkait dukungan politik.
“Yang terus kemudian ini disampaikan seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang, begitu, karena imbalan, karena telah memberikan suaranya terhadap kontestasi pemilu yang kemarin,” katanya.
Ia menilai pernyataan tersebut mencederai marwah organisasi serta melukai perasaan kader muda NU dan Muhammadiyah.
(Sumber – Republika)

