JAKARTA – ParagonCorp meluncurkan rangkaian perawatan kulit kepala Dermascalp Expert (DSE) yang dikembangkan berbasis sains dan bersertifikat halal, pada ajang Beauty Science Tech 2026. Peluncuran ini dilakukan sebagai respons terhadap data Human Data Points ParagonCorp yang menunjukkan perempuan berhijab memiliki risiko ketombe hingga 45 persen lebih tinggi, sementara rambut yang diwarnai rentan mengalami kerusakan dan kekeringan akibat kutikula terbuka.
Vice President of Research & Development ParagonCorp, Dr Sari Chairunnisa, menegaskan produk ini dirancang untuk perempuan modern dengan gaya hidup aktif. “Kami memahami bahwa hijab, heat styling, dan paparan UV adalah faktor penentu kesehatan kulit kepala. Dari situ, kami berkolaborasi dengan peneliti global agar data yang kami miliki bisa diterjemahkan menjadi aksi nyata. Dermascalp Expert tumbuh dari data terkini, karena kami percaya fondasinya harus presisi dan berbasis sains,” kata Sari saat peluncuran di Jakarta Selatan, Ahad (25/1/2026).
Khikin Indahsari, Senior Group Head of Paragon Personal Care & Male Grooming, menjelaskan teknologi biomimetik menjadi inovasi utama Dermascalp Expert. Teknologi ini meniru mekanisme alami kulit kepala, sehingga perawatan bekerja selaras dengan sistem biologis, bukan sekadar memperbaiki permukaan rambut.
“Ini bukan soal menutup rambut atau tidak. Dermascalp Expert bekerja lebih dalam untuk membantu memulihkan kesehatan rambut dan kulit kepala secara natural,” ujar Khikin.
Rangkaian Dermascalp Expert mencakup Hairfall Resist Shampoo untuk mengurangi kerontokan, Dandruff Relief Shampoo untuk meredakan ketombe, Micellar Shampoo untuk membersihkan polusi dan keringat, serta Color Retain+ Shampoo untuk merawat rambut yang diwarnai. Produk ini juga menghadirkan Hairfall Resist Intensive Serum yang menargetkan akar rambut, diharapkan memberikan perawatan kulit kepala yang sesuai dengan kebutuhan gaya hidup modern.
(Sumber – Republika)

