Cortara - Indonesia Online News Logo Small

Pelni Tambah Tiga Kapal Baru, Total Investasi Capai Rp4,5 Triliun

JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni memanfaatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk pengadaan tiga kapal penumpang baru dengan total nilai investasi mencapai Rp4,5 triliun. Langkah ini dilakukan untuk menggantikan armada lama yang telah berusia puluhan tahun.

Direktur Utama Pelni Tri Andayani menjelaskan, anggaran tersebut dialokasikan masing-masing sekitar Rp1,5 triliun per kapal. “Adapun rencana penggunaan PMN adalah untuk mengganti tiga unit kapal, masing-masing kami asumsikan sebesar Rp1,5 triliun, sehingga totalnya adalah Rp4,5 triliun,” ujar Tri dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (09/02/2026).

Pendanaan pengadaan kapal berasal dari beberapa sumber. Sebesar Rp1,5 triliun dari PMN tahun anggaran 2024 digunakan sebagai uang muka, Rp2,5 triliun dari PMN 2025 untuk pelunasan pengadaan, serta tambahan Rp500 miliar dari dana internal perseroan.

Pelni merencanakan pembangunan kapal pengganti KM Umsini dimulai pada semester II 2026 hingga semester II 2028. Secara paralel, kapal pengganti KM Kelimutu akan dibangun pada periode semester I 2027 hingga semester I 2029, disusul kapal pengganti KM Lawit pada semester II 2027 hingga semester II 2029. Ketiga kapal lama tersebut saat ini telah berusia sekitar 40 tahun dan melayani rute Indonesia Tengah serta Indonesia Timur.

Menurut perhitungan perusahaan, pengadaan kapal baru berpotensi menekan biaya operasional secara signifikan. Dengan asumsi depresiasi selama 25 tahun, penghematan biaya operasional diperkirakan mencapai Rp 978 miliar hingga 2033, terutama dari efisiensi bahan bakar, pemeliharaan, dan perawatan. “Dengan amortisasi depresiasi selama 25 tahun, penghematan ketiga kapal baru nanti apabila jadi sampai dengan 2033, dibandingkan dengan tiga kapal yang akan digantikan itu, sebesar Rp 978 miliar,” kata Tri.

Tri juga menyoroti kondisi armada Pelni saat ini. Hingga 2025, sebanyak 22 dari total 26 kapal telah berusia lebih dari 25 tahun, sehingga meningkatkan risiko operasional, mulai dari gangguan mesin, keselamatan pelayaran, keterlambatan jadwal, hingga penurunan kenyamanan penumpang.

(Sumber – ANTARA)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *