TANGERANG SELATAN – PT PLN (Persero) bersama PT Mega Energi Biru Indonesia (MEBI) dan Huawei Digital Power Indonesia meresmikan ZORA SPKLU Signature berkapasitas 480 kW di Scientia, Summarecon Gading Serpong, Sabtu (14/2/2026).
Infrastruktur ini menjadi SPKLU Ultra Fast Charging pertama di Indonesia yang dilengkapi fitur Split Charging dan Liquid Cooling System. Mengusung teknologi Huawei FusionCharge, sistem mampu menyalurkan energi dari jaringan listrik maupun sumber energi bersih melalui integrasi Battery Energy Storage System (BESS), serta tetap optimal dalam berbagai kondisi cuaca.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo yang diwakili Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Edwin Nugraha Putra menegaskan kolaborasi ini mempercepat transformasi kendaraan listrik nasional.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa dengan bergandengan tangan, arah transformasi kendaraan listrik dalam mendukung dekarbonisasi di sektor transportasi bukan mustahil untuk kita wujudkan. Selain rendah emisi, penggunaan kendaraan listrik juga penting dalam menekan penggunaan BBM yang selama ini mayoritas diperoleh secara impor,” ujar Edwin dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (17/2/2026).
Ia menambahkan, kehadiran SPKLU Signature ZORA merupakan bagian transformasi layanan berbasis kebutuhan pelanggan.
“Hadirnya SPKLU Signature ZORA ini merupakan manifestasi dari transformasi layanan PLN yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Kami tidak hanya menyediakan tempat pengisian daya, tetapi menghadirkan ekosistem gaya hidup baru bagi pengguna EV. Dengan teknologi ultra-fast charging dan integrasi AI, kami ingin memastikan bahwa transisi menuju mobilitas hijau menjadi pengalaman yang menyenangkan, cerdas, dan tanpa hambatan,” terang Edwin.
Hingga Desember 2025, PLN bersama mitra telah mengoperasikan 4.655 unit SPKLU di seluruh Indonesia. Fasilitas terbaru ini dilengkapi 12 konektor DC Ultra Fast Charging dan 1 konektor AC Medium Charging untuk area high traffic dengan kebutuhan pengisian cepat. Pengisian daya dari 10% ke 80% State of Charge (SoC) memerlukan sekitar 50 menit untuk kategori medium charging dan 20 menit untuk ultra fast charging.
Layanan ini juga terintegrasi dengan fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) di aplikasi PLN Mobile, seperti Trip Planner dan AntreEV guna memudahkan perencanaan perjalanan dan pengaturan antrean.
Presiden Komisaris MEBI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menegaskan komitmen perusahaan dalam percepatan infrastruktur EV nasional.
“Kita tidak hanya meresmikan sebuah SPKLU, tetapi juga menetapkan arah bahwa Indonesia siap bergerak lebih cepat, bahwa inovasi adalah komitmen kita, serta bahwa masa depan mobilitas hijau dimulai dari sini, dari titik ini,” tutur Rahayu.
Dari sisi teknologi, CEO Huawei Digital Power Indonesia Jin Song mengapresiasi kolaborasi yang terealisasi dalam waktu relatif singkat.
“Saya juga ingin menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada tim PLN di bawah kepemimpinan jajaran manajemen. Saya masih ingat diskusi pertama kita sekitar bulan Juli tahun lalu. Kini, dalam waktu kurang lebih enam bulan, kita sudah bisa melihat hasil nyata yang luar biasa ini. Ini benar-benar pencapaian yang mengesankan,” kata Jin Song.
(Sumber — CNBC)

