JAKARTA — PT Pos Indonesia (Persero) resmi menjalin kerja sama dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge/WIFI) untuk memperluas akses internet berbiaya terjangkau ke berbagai wilayah di Indonesia. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang memanfaatkan jaringan dan aset Pos Indonesia sebagai tulang punggung distribusi layanan digital.
Melalui kerja sama tersebut, Pos Indonesia akan mengerahkan sumber daya manusia, kantor operasional, gudang, hingga armada kendaraan untuk mendukung penyaluran jaringan internet milik Surge ke seluruh pelosok Tanah Air. Komisaris Utama Pos Indonesia Muhammad Budi Djatmiko menegaskan, kekuatan infrastruktur Pos menjadi modal utama untuk memastikan layanan internet dapat diakses masyarakat secara luas dan berkelanjutan.
“Untuk bersinergi, karena kami memiliki sumber daya manusia (SDM) yang cukup mumpuni 30.000 (orang), dan fasilitas 5.000 (lokasi), untuk mendukung agar konsisten internet ini bisa dipakai rakyat Indonesia, lebih murah dan lebih terjangkau, cepat, terjangkau dimanfaatkan oleh banyak masyarakat,” ujar Budi usai penandatanganan MoU di Kantor Pos Indonesia Pusat, Jakarta, Selasa (27/1).
Di sisi lain, CEO Surge Yune Marketatmo menyatakan kesiapan perusahaannya menghadirkan layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) secara komersial. Layanan ini ditargetkan menawarkan internet dengan harga sekitar Rp100.000 per bulan, kecepatan hingga 100 Mbps, serta kuota tanpa batas.
Menurut Yune, kolaborasi dengan Pos Indonesia memberikan keuntungan strategis karena memungkinkan pemanfaatan hampir 5.000 titik aset Pos sebagai basis pengembangan jaringan. “Saat ini, (Pos Indonesia) dengan asetnya hampir 5.000 lokasi itu, bagi kami itu merupakan kolaborasi yang sangat bagus sekali. Jadi bisa langsung kami bisa kerjasamakan dengan PT Pos, langsung kita mendapatkan 5.000 lokasi tadi,” ujarnya.
Kerja sama ini dirancang berbasis end-to-end, mencakup seluruh rantai layanan mulai dari pemasaran, penguatan merek, logistik, hingga pemasangan jaringan ke pengguna akhir. “Mulai marketing, branding, kemudian logistik, kemudian pemasangan juga, sampai ke ujungnya itu semua sudah siap semua dari PT Pos. Jadi, ini bukan merupakan perkawinan dua perusahaan, tapi ini betul-betul perkawinan dua ekosistem yang saling melengkapi,” kata Yune.
Seiring kemitraan tersebut, Surge optimistis target kinerja perusahaan dapat tercapai pada 2026. “Kami optimis, semua target yang pernah kami share sebelumnya di pertemuan dengan para investor itu, kami sangat optimis kami akan bisa capai di tahun 2026 ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Pos Indonesia melalui anak usahanya, PT Pos Properti Indonesia, juga telah menjalin kesepakatan awal dengan Surge untuk mempercepat pemerataan infrastruktur digital nasional. Pemanfaatan aset properti Pos menjadi bagian dari strategi pengembangan jaringan broadband tetap yang lebih efisien, terintegrasi, dan terjangkau, guna mendukung sektor pendidikan, kesehatan, UMKM, serta layanan publik lainnya.
(Sumber – ANTARA)

