Cortara - Indonesia Online News Logo Small

PT Dirgantara Indonesia Dorong Ekspor Teknologi Drone ke Pasar Internasional

JAKARTA — PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mulai mengarahkan pengembangan pesawat udara nirawak ke pasar global, mencakup drone untuk sektor pertanian hingga teknologi drone penumpang. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperluas peran industri dirgantara nasional dalam rantai pasok internasional.

Ekspansi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PTDI dan PT Inovasi Solusi Transportasi Indonesia (FROGS Indonesia) pada ajang Singapore Airshow 2026. Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI Moh Arif Faisal menyatakan kolaborasi ini membuka peluang bagi inovasi dalam negeri untuk masuk ke pasar global, dengan dukungan jejaring internasional termasuk peran Kedutaan Besar Republik Indonesia di berbagai negara.

“Kerja sama ini merupakan langkah strategis PTDI dalam memperluas kapabilitas sistem udara nirawak, khususnya pada aspek pengembangan platform, integrasi sistem, dan kesiapan manufaktur untuk pasar global,” ujar Arif dalam keterangan resmi yang diterima di Bandung, Kamis (05/02/2026).

Melalui kemitraan ini, PTDI akan memfokuskan peran pada penguatan sistem, pemanfaatan fasilitas manufaktur, serta optimalisasi pemasaran internasional. Sementara itu, FROGS Indonesia dikenal sebagai perusahaan rintisan teknologi yang bergerak di manufaktur drone untuk pertanian, pemetaan udara, pengawasan kargo, hingga pengembangan drone penumpang.

Arif menegaskan, pengembangan produk diarahkan untuk memenuhi kebutuhan operasional non-tempur dengan fleksibilitas misi yang tinggi. “PTDI mendorong pengembangan drone yang andal dari sisi performa sistem, fleksibilitas misi, serta kesiapan untuk berbagai kebutuhan operasional, termasuk pengawasan, pemetaan, dan dukungan misi non-tempur. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional,” katanya.

Kemitraan tersebut sekaligus memperluas fokus PTDI ke pengembangan Unmanned Aircraft System (UAS) sipil, melengkapi portofolio yang sebelumnya didominasi platform militer dan pengawasan. PTDI selama ini telah mengembangkan UAS Wulung serta Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) MALE Elang Hitam, yang menjadi fondasi teknologi untuk pengembangan sistem nirawak lintas segmen.

Melalui kolaborasi dengan mitra lokal yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar, PTDI mengarahkan riset dan pengembangan bersama pada aplikasi komersial. Pendekatan ini ditujukan untuk menyesuaikan kemampuan sistem drone dengan permintaan ekspor, khususnya di sektor pertanian dan peternakan, yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan signifikan di pasar internasional.

(Sumber – ANTARA)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *