Cortara - Indonesia Online News Logo Small

PT PAL Diarahkan Menjadi Induk Galangan Kapal BUMN

JAKARTA — Pemerintah tengah mematangkan langkah konsolidasi industri galangan kapal milik negara dengan menempatkan PT PAL Indonesia sebagai induk usaha atau holding. Skema ini disiapkan untuk memperkuat struktur industri maritim nasional yang selama ini terfragmentasi.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan pembentukan holding galangan kapal BUMN masih dalam tahap kajian dan pembahasan di Danantara. Penugasan kepada PT PAL sebagai induk telah diberikan, namun bentuk kelembagaan dan mekanisme konsolidasinya belum ditetapkan. “Danantara sedang melakukan konsolidasi industri galangan kapal BUMN, PT PAL diperintahkan untuk menjadi induk dari galangan-galangan kapal BUMN. Tetapi bentuknya seperti apa, ini masih dalam proses pembahasan,” ujar Kaharuddin usai Diskusi Strategis Industri Maritim di Jakarta, Kamis (05/02/2026).

Kajian tersebut, menurut Kaharuddin, telah berjalan sejak tahun lalu dan mencakup empat BUMN yang memiliki galangan kapal, yakni PT PAL Indonesia, PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (DPKB), PT Dok & Perkapalan Surabaya (DPS), serta PT Industri Kapal Indonesia (IKI). Konsolidasi ini diarahkan untuk menyatukan kapasitas produksi dan memperbaiki efisiensi industri perkapalan nasional.

Meski fokus pada penguatan BUMN, Kaharuddin menekankan industri galangan kapal swasta tetap menjadi bagian penting dalam ekosistem maritim. “Kita akan terus berjalan secara paralel. Selain BUMN, kita juga membutuhkan industri galangan kapal swasta. Dan justru ini yang lebih banyak,” katanya.

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyatakan PT PAL akan berperan sebagai anchor bagi perusahaan perkapalan nasional. Dalam Rapat Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (4/2), ia menyebut proyek-proyek maritim BUMN, khususnya pembangunan kapal, akan diwajibkan melalui PT PAL Indonesia.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas industri perkapalan dalam negeri sekaligus memastikan proyek strategis BUMN terpusat dan terkoordinasi. Dengan skema ini, BUMN pelayaran seperti PT Pertamina International Shipping (PIS), PT Pelni, dan ASDP diarahkan membangun kapal melalui PT PAL sebagai bagian dari strategi penguatan industri maritim nasional.

(Sumber – ANTARA)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *