JAKARTA — PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON/TKDN) mengantongi persetujuan pemegang saham untuk memperluas lini usaha di sektor kendaraan listrik sekaligus menetapkan susunan baru direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026.
Direktur Utama TKDN, David Santoso, menyatakan keputusan rapat menjadi pijakan penting dalam memperkuat posisi perseroan di ekosistem transportasi hijau nasional.
“Hasil RUPSLB ini menegaskan kesiapan TRON untuk melangkah lebih jauh dalam mendukung transformasi infrastruktur kendaraan listrik nasional,” ujarnya di Jakarta, Kamis.
Agenda utama rapat adalah perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar terkait maksud, tujuan, dan kegiatan usaha. Perseroan kini resmi menambah bidang usaha penyimpanan tenaga listrik melalui Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) serta pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Ekspansi tersebut telah melalui penilaian independen oleh Kantor Jasa Penilai Publik dan dilaksanakan sesuai ketentuan regulator pasar modal, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Langkah ini merupakan bagian dari visi strategis perseroan untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi di Indonesia,” kata David.
Selain ekspansi bisnis, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali jajaran direksi serta perubahan di tingkat komisaris. Rapat menerima pengunduran diri Noerman Taufik sebagai Komisaris Independen dan menunjuk Thomson E. Batubara sebagai penggantinya.
Manajemen optimistis kombinasi ekspansi unit usaha baru di sektor SPBKLU dan SPKLU serta penguatan struktur kepemimpinan akan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
“Dengan dukungan unit usaha baru di bidang SPBKLU dan SPKLU serta penguatan struktur kepemimpinan, kami optimis dapat terus memberikan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemegang saham,” ujar David.
(Sumber – ANTARA)

