JAKARTA – Perum Bulog memastikan kesiapan pasokan beras nasional memasuki awal 2026 dengan stok yang berada di level tertinggi sepanjang sejarah. Di tengah kondisi tersebut, Bulog akan menyalurkan bantuan pangan sebanyak 720 ribu ton kepada sekitar 18 juta penerima bantuan pangan (PBP) pada kuartal pertama 2026.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan, bantuan pangan tersebut dialokasikan untuk empat bulan penyaluran di awal tahun.
“Penyaluran bantuan pangan untuk 4 bulan tahun 2026 itu sekitar 720 ribu ton untuk 18 juta penerima bantuan,” ujar Rizal dalam konferensi pers di kantor pusat Bulog, Jumat (2/1/26).
Selain bantuan reguler, Bulog juga menyiapkan cadangan untuk kebutuhan darurat, termasuk penanganan bencana alam, dengan alokasi sekitar 25 ribu ton sepanjang 2026. “Bantuan keadaan darurat biasanya bantuannya adalah 25 ribu ton sesuai dengan hasil rakortas,” kata Rizal.
Dari sisi ketersediaan, Rizal menjelaskan bahwa hingga akhir 2025 cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog mencapai 3,24 juta ton, ditambah stok beras komersial sekitar 133 ribu ton. Ia menegaskan capaian tersebut menjadi yang tertinggi sejak Bulog berdiri.
“Ini juga stok tertinggi di awal tahun sepanjang berdirinya Bulog dari tahun 1968 sampai sekarang,” ujarnya.
Bulog juga telah menyalurkan bantuan beras ke sejumlah wilayah terdampak banjir dengan total 14.227 ton, meliputi Aceh 8.676 ton, Sumatera Utara 4.482 ton, dan Sumatera Barat 1.069 ton. Rizal memastikan stok di daerah tersebut masih mencukupi untuk kebutuhan lanjutan.
Saat ini, cadangan beras di gudang Aceh tercatat 75.937 ton, Sumatera Utara 25.781 ton, dan Sumatera Barat 8.527 ton. Bulog berencana menambah stok bantuan di wilayah rawan bencana hingga tiga kali lipat sesuai arahan pemerintah.
“Sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian, kebutuhan dari masing-masing provinsi maupun kabupaten kota akan kami lipatgandakan tiga kali,” kata Rizal.
Ia mencontohkan langkah antisipatif tersebut dilakukan agar ketersediaan pangan di daerah tetap terjaga. “Supaya menjamin masing-masing kabupaten kota itu tidak kekurangan,” pungkasnya.
(Sumber – CNN Indonesia)

