JAKARTA – PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), pengelola brand minuman Teguk Indonesia, bersiap melakukan perubahan bisnis besar-besaran. Perusahaan tidak lagi menjadikan usaha kedai makanan dan minuman sebagai inti bisnisnya, melainkan akan beralih ke perdagangan daging dan produk olahan sebagai kegiatan utama.
Dalam keterbukaan informasi, TEGUK menyampaikan rencana perubahan anggaran dasar untuk mengarahkan bisnis ke perdagangan besar daging sapi serta ayam, termasuk produk olahannya. Sementara itu, usaha kuliner yang sebelumnya menjadi fokus akan bergeser menjadi kegiatan pendukung bersama industri pengolahan makanan dan daging.
Transformasi ini membawa TEGUK masuk ke sektor frozen meat dan food processing mulai November 2025. Pada tahap awal, produksi akan dilakukan melalui kerja sama maklon dengan pihak ketiga, sebelum perusahaan membangun fasilitas produksi sendiri.
“Seiring dengan penambahan kegiatan usaha Perseroan di bidang frozen food dan food processing, selama periode 2025-2029, kebutuhan biaya operasional terus meningkat sejalan dengan bertambahnya skala kegiatan usaha Perseroan,” tulis TEGUK dalam keterbukaan informasi, Kamis (13/11/2025).
Manajemen memproyeksikan fase transisi akan membuat perusahaan mencatat rugi operasional hingga 2027. Namun mulai 2028, TEGUK menargetkan kembali meraih laba, yakni sekitar Rp3,31 miliar, meningkat signifikan menjadi Rp33,81 miliar pada 2029 sebelum stabil di Rp29,64 miliar pada 2030.
“Proyeksi ini menunjukkan bahwa strategi ekspansi dan diversifikasi usaha diharapkan memberikan nilai tambah dan memperkuat kinerja keuangan jangka panjang Perseroan,” lanjut TEGUK.
Untuk meresmikan perubahan arah bisnis ini, perseroan akan menggelar RUPSLB pada 2 Desember 2025.
(Sumber – CNBC Indonesia)

