NUSA TENGGARA TIMUR — Seorang siswa kelas IV sekolah dasar berinisial YBR ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada. Dugaan sementara, peristiwa ini dipicu kekecewaan korban karena tidak dapat membeli buku tulis dan pulpen untuk keperluan sekolah.
Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, mengungkapkan korban sempat meminta uang kepada ibunya pada malam sebelum kejadian. Permintaan tersebut tidak terpenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.
“Menurut pengakuan ibunya permintaan itu korban minta (uang beli buku tulis dan pulpen) sebelum meninggal,” ujar Dion Roa, dikutip Selasa (3/2/2026).
Dion menjelaskan, YBR sehari-hari tinggal bersama neneknya, sementara rumah ibunya berada di desa lain. Pada malam sebelum kejadian, korban menginap di rumah ibunya untuk menyampaikan permintaan tersebut.
Kondisi ekonomi keluarga korban disebut memprihatinkan. Ibu korban harus menanggung kebutuhan lima anak seorang diri, sementara ayah korban telah berpisah sejak sekitar 10 tahun lalu. “Hidupnya (ibu korban) susah,” kata Dion.
Korban ditemukan meninggal pada Kamis (29/1) di sebuah pohon cengkih di wilayah Kecamatan Jerebuu. Saat proses evakuasi, polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan.
Kepala Seksi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort, membenarkan keberadaan surat tersebut dan memastikan surat itu ditulis oleh korban. “Surat itu betul, petugas turun ke TKP temukan surat itu, anak itu yang tulis,” ujar Benediktus saat dikonfirmasi, Selasa (3/2).
(Sumber – Detik)

