JAWA TIMUR — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) masuk dalam daftar 500 perusahaan terbaik di kawasan Asia-Pasifik versi TIME. Dalam pemeringkatan tersebut, PGN menempati posisi ke-288 dengan skor total 82,65 dan menjadi bagian dari 19 perusahaan asal Indonesia, baik BUMN maupun swasta, yang dinilai berkontribusi signifikan terhadap ekonomi global.
Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, menyatakan capaian ini mencerminkan ketahanan perseroan dalam menghadapi dinamika pasar. “Penghargaan ini juga mencerminkan kemampuan PGN dalam menghadapi ketidakpastian pasar melalui pengelolaan bisnis yang terukur, efisiensi operasional, serta mitigasi risiko yang prudent,” ujarnya dalam keterangan di Surabaya, Rabu.
Penilaian dilakukan TIME bersama Statista dengan menggunakan tiga indikator utama, yakni kepuasan karyawan, pertumbuhan pendapatan, serta aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Di tengah dampak kebijakan tarif yang diberlakukan Amerika Serikat pada 2025 terhadap perekonomian global, kawasan Asia-Pasifik dinilai tetap stabil dengan prospek bisnis yang relatif jelas.
Pada aspek kepuasan karyawan, evaluasi merujuk pada survei global 2024 dengan fokus Asia-Pasifik. PGN yang memiliki 2.752 pekerja mencatat tingkat employee engagement sebesar 87,74 persen atau masuk kategori tinggi, dengan tingkat turnover di bawah 3 persen. Perusahaan menyebut upaya menjaga lingkungan kerja yang kompetitif dan adaptif menjadi bagian dari strategi keberlanjutan bisnis.
Dari sisi kinerja keuangan, data diambil dari basis data keuangan Statista dan riset terarah. Salah satu kriteria seleksi adalah pertumbuhan pendapatan positif sepanjang 2022–2024 atau mencatat laba pada 2024. PGN membukukan pendapatan sebesar 3,57 miliar dolar AS pada 2022, meningkat menjadi 3,65 miliar dolar AS pada 2023, dan kembali naik menjadi 3,78 miliar dolar AS pada 2024.
Sementara itu, dalam parameter transparansi keberlanjutan, TIME mengevaluasi data ESG yang telah distandarisasi. Indeks ESG disusun berdasarkan berbagai indikator kinerja utama, termasuk tren penurunan risiko ESG dari tahun ke tahun.
Penilaian lingkungan mencakup pengurangan emisi karbon pada 2023 dibandingkan 2021. Selain itu, aspek keberagaman direksi, kebijakan hak asasi manusia, kontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), kepatuhan, serta penerapan sistem antikorupsi turut menjadi bagian evaluasi.
“Kami percaya, dengan fundamental bisnis yang sehat serta pengelolaan operasional yang efisien, PGN akan terus maju melampaui perkembangan ekonomi,” kata Arief.
(Sumber – ANTARA)

