Cortara - Indonesia Online News Logo Small

Harga Telur Anjlok di Bawah HPP, Peternak Ayam Petelur Terancam Bangkrut

JAKARTA – Peternak ayam petelur di berbagai daerah mengeluhkan anjloknya harga telur yang kini berada jauh di bawah harga pokok produksi (HPP). Kondisi tersebut membuat banyak peternak mengalami kerugian berkelanjutan dan terancam gulung tikar di tengah kenaikan biaya pakan yang terus membebani usaha mereka.

Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Rofiyasifun mengatakan harga telur di tingkat peternak saat ini hanya berkisar Rp21.000 hingga Rp22.000 per kilogram. Angka tersebut berada jauh di bawah HPP yang telah mencapai sekitar Rp26.000 per kilogram akibat meningkatnya harga pakan.

”Sementara HPP peternak saat ini sudah tembus sekitar Rp26.000 per kilogram. Lantaran harga pakan semakin naik,” kata Rofi.

Menurutnya, kondisi itu membuat peternak menanggung kerugian sekitar Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogram telur yang dijual. Situasi tersebut telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir dan dipicu oleh ketidakseimbangan antara produksi nasional dengan daya serap pasar.

Berdasarkan data yang dibahas bersama Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, dan BPS, produksi telur nasional saat ini mencapai sekitar 6,2 juta ton per tahun, sementara kebutuhan domestik hanya berada di kisaran 5,3 hingga 5,4 juta ton. Surplus produksi tersebut menekan harga di tingkat peternak.

Selain surplus pasokan, peternak juga menyoroti berkurangnya penyerapan telur oleh program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Banyaknya hari libur dan cuti bersama selama Mei membuat distribusi program berkurang, sementara perubahan kebijakan menu juga disebut mengurangi kebutuhan telur dalam jumlah besar.

“Setelah hari raya, ada kebijakan baru dari BGN yang meniadakan menu rapel di hari Sabtu. Padahal, menu rapel di akhir pekan itu yang sebelumnya paling banyak menyerap komoditas telur dari peternak,” ujar Rofi.

Di sisi lain, biaya produksi terus meningkat. Harga pakan ayam dilaporkan naik sekitar Rp30.000 per karung dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan tersebut semakin mempersempit margin usaha peternak yang sudah tertekan oleh rendahnya harga jual telur.

Kondisi serupa sebelumnya memicu aksi ratusan peternak yang tergabung dalam Peternak Rakyat Blitar Raya di Jawa Timur. Mereka meminta pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga telur dan menekan biaya pakan.

Koordinator Peternak Rakyat Blitar Raya, Suyanto, mengatakan harga telur di kandang sempat berada di kisaran Rp20.600 per kilogram, jauh di bawah HPP peternak yang mencapai sekitar Rp23.000 per kilogram.

“Harga telur anjlok. Hari ini di kandang Rp20.600 per kilogram, sementara HPP di kami itu Rp23 ribu per kilogram,” ujarnya.

Peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan di pasar serta menjaga harga telur tetap berada di atas biaya produksi.

(Sumber – Tempo)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *