CORTARA.id – Ledakan dilaporkan mengguncang Yerusalem pada Senin (8/6/2026) setelah Israel mengumumkan pihaknya berhasil mencegat gelombang rudal baru yang diluncurkan dari Iran.
“Mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran,” tulis Tentara Israel di Telegram. “Kami berupaya untuk mencegat ancaman tersebut,” tambahnya.
Seorang jurnalis AFP di Yerusalem menyaksikan setidaknya satu kali intersepsi saat warga bergegas berlindung ke tempat perlindungan. Layanan darurat Israel, Magen David Adom, melaporkan belum ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Iran telah meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel sejak Minggu (7/6/2026) malam, mengguncang gencatan senjata yang selama ini rapuh antara kedua negara. Israel juga dilaporkan telah membalas serangan tersebut pada Senin pagi.
Serangan juga dilancarkan dari Yaman ke Israel pada hari yang sama, yang kemungkinan dilakukan oleh kelompok Houthi yang merupakan sekutu Iran.
Pada Minggu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengeluarkan pernyataan keras yang menuduh AS dan Israel merusak komitmen damai yang sebelumnya telah disepakati. Ghalibaf menyebut blokade angkatan laut oleh AS serta pelanggaran perjanjian terkait Lebanon sebagai alasan gugurnya gencatan senjata.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyebut serangan tersebut sebagai “serangan balasan” yang masih dalam cakupan kesepakatan yang selama ini berjalan.
Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memanas setelah sempat mereda pasca-gencatan senjata pada April lalu. Dunia internasional kini kembali waspada terhadap potensi konflik terbuka yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, yang dapat berdampak pada stabilitas global dan harga energi.
(Sumber – CNBC)

