Cortara - Indonesia Online News Logo Small

BEM SI Jateng Beri Ultimatum 18 Hari ke Pemerintah, Ancaman Reformasi Jilid 2 Jika Rupiah Tak Kuat

SEMARANG – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah memberikan tenggat waktu 18 hari kepada pemerintah untuk memperbaiki nilai tukar rupiah. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, mereka mengancam akan menggelar demonstrasi bertajuk Reformasi Jilid 2.

Ultimatum ini disampaikan dalam aksi di depan kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah di Semarang pada Jumat (5/6/2026), serta diunggah di akun Instagram @bem_si dan @storyrakyat_ pada Ahad (7/6/2026).

“Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, mereka mengancam akan menggelar demonstrasi bertajuk Reformasi Jilid 2,” tulis unggahan kolaborasi tersebut.

Sebelumnya, BEM SI menggelar konsolidasi nasional secara daring pada 4 Juni 2026. Pembahasan dalam konsolidasi tersebut meliputi krisis ekonomi yang melanda Indonesia, terutama merosotnya nilai tukar rupiah yang telah menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS, pembengkakan fiskal, pengangguran, serta kenaikan harga kebutuhan pokok.

Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, belum merespons konfirmasi mengenai hasil konsolidasi nasional tersebut.

Sementara itu, Ketua BEM Universitas Indonesia, Yatalathof Ma’shum Imawan, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan konsolidasi untuk menyikapi kondisi ekonomi dan demokrasi belakangan ini. BEM UI akan menggelar focus group discussion (FGD) dengan gerakan mahasiswa se-UI pada Senin (8/6/2026), dilanjutkan dengan konsolidasi nasional pada Rabu (10/6/2026).

Belum diketahui secara pasti apakah BEM UI akan menggelar aksi menanggapi situasi negara saat ini, terutama di tengah anjloknya nilai tukar rupiah. Langkah BEM SI Jateng yang memberikan tenggat waktu 18 hari dinilai sebagai bentuk eskalasi tekanan mahasiswa terhadap pemerintah.

(Sumber – Tempo)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *