Cortara - Indonesia Online News Logo Small

Prabowo Perintahkan Percepat Transisi LPG ke CNG untuk Perkuat Ketahanan Energi

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah mempercepat pengembangan sumber energi alternatif guna memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas sektor energi dan hilirisasi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Salah satu fokus utama pemerintah adalah mempercepat peralihan dari liquefied petroleum gas (LPG) ke gas alam terkompresi (compressed natural gas/CNG).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan langkah ini menjadi prioritas karena Indonesia masih sangat bergantung pada impor LPG untuk memenuhi kebutuhan domestik.

“Yang sekarang kita fokus itu adalah percepatan peralihan LPG ke CNG,” kata Bahlil, dikutip dari Antara.

Menurut pemerintah, transisi menuju CNG dinilai strategis karena Indonesia memiliki cadangan gas bumi yang besar dan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

Data Kementerian ESDM mencatat cadangan gas bumi Indonesia per awal 2025 mencapai sekitar 55,85 triliun kaki kubik (TCF), dengan 34,78 TCF di antaranya merupakan cadangan terbukti.

Di sisi lain, konsumsi LPG nasional masih didominasi produk impor. Pada 2024, kebutuhan LPG dalam negeri mencapai sekitar 8,9 juta ton, sementara produksi domestik hanya sekitar 1,96 juta ton. Untuk menutup kekurangan tersebut, Indonesia mengimpor sekitar 6,9 juta ton LPG.

Ketergantungan impor bahkan terus meningkat. Pada 2025, impor menyumbang sekitar 80,58% dari total kebutuhan nasional, sedangkan hingga Februari 2026 porsinya naik menjadi 83,97%.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mempercepat pemanfaatan gas bumi domestik melalui CNG.

(Sumber – Pontianakpost)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *