Cortara - Indonesia Online News Logo Small

Pabrik Sandal di Tangerang Terbakar Hebat, 19 Unit Damkar Diterjunkan dan Pendinginan Masih Berlangsung

TANGERANG – Kebakaran besar melanda pabrik sandal milik PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, pada Minggu (21/6/2026) malam. Hingga Senin (22/6/2026) pagi, petugas masih melakukan proses pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali menyala.

Berdasarkan data BPBD Kota Tangerang, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 22.31 WIB. Tim pemadam kemudian bergerak ke lokasi dan mulai melakukan penanganan sekitar pukul 22.45 WIB.

Kebakaran terjadi di area pabrik dan gudang yang digunakan untuk produksi serta penyimpanan bahan baku. Besarnya kobaran api membuat kepulan asap tebal dan cahaya merah terlihat dari sejumlah wilayah di sekitar kawasan industri Cipondoh.

Untuk mengendalikan situasi, BPBD Kota Tangerang mengerahkan 19 unit mobil pemadam kebakaran serta 133 personel gabungan yang terdiri dari petugas damkar, TNI, Polri, Tim Siaga Kota Tangerang, dan relawan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan titik terparah kebakaran berada di bagian belakang pabrik yang lokasinya berdekatan dengan permukiman warga. Karena itu, petugas memprioritaskan penyemprotan di area tersebut guna mencegah api merambat ke rumah-rumah penduduk.

“Ini adalah titik terparah saat terjadi kebakaran semalam di bagian belakang pabrik yang dekat dengan permukiman warga. Alhamdulillah, sampai saat ini permukiman warga aman terkendali,” ujar Mahdiar.

Petugas saat ini masih melakukan pendinginan pada sejumlah titik yang sebelumnya terbakar, terutama area tumpukan material produksi yang berpotensi memicu api kembali muncul.

Proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena terdapat tiga area utama yang terbakar. Area tersebut berisi sandal jadi, bahan baku berbahan karet, serta berbagai cairan kimia penunjang produksi yang mudah terbakar dan memerlukan waktu lebih lama untuk ditangani.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Suherlandia, menjelaskan karakteristik material di dalam pabrik menjadi salah satu faktor yang memperlambat proses pemadaman.

“Ada 3 lokal area terbakar yang di dalamnya berisi sandal barang jadi, bahan baku padat sejenis karet, aneka cairan kimia penunjang produksi. Dengan karakteristik bahan tersebut memerlukan waktu yang lebih lama dalam proses pemadaman,” kata Andia.

Salah seorang pekerja di kawasan tersebut, Ahmad Nasrul, mengaku api mulai terlihat sekitar pukul 22.00 WIB. Menurutnya, kebakaran kali ini merupakan salah satu yang terbesar selama dirinya bekerja di kawasan industri tersebut.

“Sekitar jam 10 malam. Gede banget, selama Swallow berdiri baru kali ini kebakarannya sebesar ini,” ujarnya.

Akibat insiden tersebut, sejumlah aktivitas kerja di sekitar lokasi untuk sementara dihentikan. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun informasi resmi mengenai penyebab kebakaran dan total kerugian yang ditimbulkan. Petugas masih fokus memastikan seluruh titik api benar-benar padam sebelum dilakukan investigasi lebih lanjut.

(Sumber – Detik)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *