Cortara - Indonesia Online News Logo Small

AS dan Iran Negosiasi Damai, Netanyahu: Israel Tetap Bebas Serang Iran-Lebanon

CORTARA.id – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Israel tetap memiliki kebebasan penuh untuk menyerang negara musuh, termasuk Iran dan Lebanon. Penegasan ini disampaikan dalam percakapan telepon pada Minggu (24/5/2026), di tengah upaya negosiasi AS dengan Iran untuk mengakhiri perang.

“Dalam percakapan tadi malam dengan Presiden Trump, Perdana Menteri menekankan bahwa Israel akan mempertahankan kebebasan bertindak terhadap ancaman di semua arena, termasuk Lebanon, dan Presiden Trump menegaskan kembali dan mendukung prinsip ini,” kata sumber politik Israel, dikutip Reuters.

Sumber tersebut juga menyebut bahwa Trump telah membeberkan informasi terkini soal negosiasi dengan Iran kepada Netanyahu. Trump dikabarkan tetap teguh dalam tuntutannya untuk membongkar program nuklir Iran dan memindahkan seluruh uranium yang diperkaya dari wilayah Iran.

“Dan bahwa dia tidak akan menandatangani perjanjian akhir tanpa terpenuhinya syarat-syarat ini,” kata sumber tersebut.

Sebelumnya, Netanyahu dikabarkan “ditendang” oleh Trump dari pembicaraan damai dengan Iran. Para pejabat pertahanan Israel menilai sikap Trump berubah drastis, dari sebelumnya menganggap Netanyahu sebagai rekan diskusi menjadi sekadar “penumpang”, setelah serangan gabungan AS-Israel gagal menghancurkan Iran.

Para pejabat mengungkapkan bahwa Trump dan pemerintahannya kecewa berat karena prediksi Netanyahu tentang kemenangan atas Iran terbukti keliru. Akibatnya, Trump nyaris sepenuhnya mengeluarkan Israel dari jalur negosiasi.

Karena kondisi ini, Israel terpaksa mengumpulkan informasi mengenai komunikasi AS-Iran melalui koneksi dengan para pemimpin dan diplomat Timur Tengah, serta melalui pengawasan sendiri dari dalam rezim Iran.

Para pejabat juga menuturkan bahwa pemerintahan Trump tampaknya tidak akan memaksakan masalah rudal balistik Teheran ke dalam kesepakatan, karena telah mengecualikan Israel dari negosiasi. Akibatnya, kesepakatan apa pun yang dibuat dinilai tidak akan lebih baik dari perjanjian tahun 2015 yang dulu dikritik keras Netanyahu karena tidak membahas rudal Iran.

Israel juga menduga bahwa AS bisa saja setuju untuk mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran, yang sejak awal menjadi syarat utama Teheran. Hal ini berpotensi membuat Iran mendapatkan kembali akses terhadap pendanaan dan pada akhirnya mempersenjatai diri kembali untuk melawan Tel Aviv.

Situasi ini menjadi kemunduran signifikan bagi Netanyahu, yang pada awal perang kerap menyombongkan hubungan karibnya dengan Trump. Di kesempatan terpisah, Trump menyatakan bahwa AS dan Iran “sebagian besar menegosiasikan” nota kesepahaman tentang kesepakatan perdamaian untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Ketegangan antara Israel dan AS di meja negosiasi ini menunjukkan retaknya hubungan kedua sekutu lama di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang semakin kompleks.

(Sumber – CNN)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *